Friday, 24 April, 2026

SAR Tarakan Bakal Dapat Tambahan Armada

TARAKAN – Berbatasan langsung dengan negara tetangga, SAR Tarakan membawahi seluruh Kabupaten Kota di Kaltara harus memiliki kesiapan alat SAR. Wilayah perairan juga membuat tingkat kerawanan di Kaltara cukup tinggi.

Kunjungan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi ke Kantor SAR Tarakan, untuk memastikan kesiapan alat utama. Tujuan utamanya, kantor SAR Tarakan harus lebih dan tidak boleh sejajar dengan negara Malaysia, dalam kesiapan alat penyelamatan.

“Sebagai wajah Indonesia di bidang Search and Rescue (SAR). Saya mau melihat peralatannya, kesiapan dan perkantoran. Supaya kita bisa disejajarkan,” terangnya, Selasa lalu (12/4).

Basarnas, kata dia, sudah go internasional dan diakui kemampuannya dalam SAR. Namun, harus menilai dan melihat kemampuan personel. Tarakan menjadi incarannya sebagai wajah Basarnas di mata dunia dan negara tetangga. Kapal negara tetangga saat melintasi perairan Indonesia dan berpapasan dengan Basarnas. Minimal tidak ada rasa malu dengan alat utama yang digunakan.

“Salah satunya kami pesankan kapal jenis RBB (Rigid Bouyancy Boats) dengan model yang futuristic dan bisa menjawab tantangan kebutuhan alat Basarnas di kantor SAR Tarakan,” ungkapnya.

Kapal jenis RBB ini, hampir sama dengan jenis RIB (Rigid Inflatable Boats). Namun RBB tertutup dan bentuknya seperti kapal. Kemampuan hampir sama, namun tidak bocor, lebih tahan lama dan bentuknya lebih baik dari RIB. Bahkan dari sisi angkut, RBB bisa dibawa menggunakan Hercules. “Mudahan paling lama pertengahan tahun sudah bisa dibawa ke Tarakan,” harapnya.

Kantor SAR Tarakan yang baru berusia sekitar 2 tahun, sebenarnya sudah bisa naik tipe A. Hanya saja dari sisi jumlah personel dan pegawai masih 60 orang. Dimungkinkan jika jumlahnya sudah di atas 100 orang, bisa naik menjadi tipe A.

Kenaikan tipe tergantung dari eskalasi, berapa penting menghadapi bencana dan kondisi membahayakan. Selain itu, kantor SAR juga membangun potensi SAR. Salah satunya relawan atau kelompok masyarakat yang peduli kemanusiaan untuk dilatih.

Pihaknya akan memberikan dukungan rencana pembangunan Pos SAR di Kabupaten Bulungan. Dengan mempertimbangkan kebutuhan akses dan unit. Ia tegaskan, setiap operasi penyelamatan yang dilakukan, harus maksimal dan tidak meminta bantuan negara tetangga.

“Itu sebagai gengsi negara. Apa kata dunia kalau nanti kita misi minta bantuan negara tetangga. Harus mandiri dan mumpuni. Saya yakin anggota SAR di Tarakan sudah terlatih meski di kondisi emergency,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru