TANJUNG SELOR – Vaksinasi Covid-19 dosis lengkap menjadi salah satu syarat utama dari Arab Saudi, untuk memberangkatkan Calon Jemaah Haji (CJH). Sehingga jemaah yang belum divaksinasi dosis lengkap, terancam untuk tidak diberangkatkan.
Untuk CJH Kaltara yang berjumlah seluruhnya 189 orang, siap diberangkatkan ke Tanah Suci. Karena sudah memenuhi syarat berupa vaksinasi Covid-19 dosis lengkap. Termasuk untuk penyuntikan vaksin Meningitis. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltara Agust Suwandy, penyuntikan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap menyesuaikan jumlah CJH yang berangkat.
“Iya, yang diutamakan yang akan berangkat dulu. Cadangan tetap diberikan vaksinasi Meningitis. Karena vaksinasi itu berlaku untuk dua tahun, apabila berangkatnya tahun depan tidak diberikan vaksin lagi,” terang Agust saat dikonfirmasi, Rabu (1/6).
Diakui Agust, dalam pemberian vaksinasi terhadap CJH tidak ada kendala. Semua CJH telah disuntik vaksinasi Covid-19, selengkapnya info grafis. Keberangkatan CJH Kaltara dijadwalkan 28 Juni menuju Embarkasi Balikpapan. Diperkirakan pada 30 Juni, CJH Kaltara bertolak ke Mekkah. Mengingat, jadwal keberangkatan CJH masih lama.
“Jelang keberangkatan kurang lebih satu bulan lagi, agar para CJH Kaltara benar-benar menjaga kesehatan dan kebugaran. Dengan menerapkan pola hidup sehat, makan makanan bergizi dan rajin berolahraga serta rajin periksa atau kontrol kesehatan,” imbau Agust.
Bahkan, lanjut Agust, CJH agar hindari faktor-faktor risiko paparan Covid sebisa mungkin. Karena persyaratan berangkat nanti harus menunjukkan hasil PCR negatif. Termasuk CJH Kaltara agar bisa menjaga fisik, mengingat perkiraan cuaca di Mekkah memasuki musim panas. Bahkan, suhu cuaca bisa mencapai 45-50 derajat celsius.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinkes Bulungan Imam Sujono, agar CJH Bulungan pun dapat menjaga kesehatan dan kebugaran fisik. Setidaknya, CJH bisa lakukan latihan fisik berupa jalan kaki pada siang hari. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan suhu udara di Mekkah nantinya.
“Biar CJH tidak kaget, saat tiba di Mekkah dengan cuaca yang mencapai 45-50 derajat celsius. Termasuk berjalan kaki di kondisi jalan yang terjal atau gunung,” pesannya.
Mengenai vaksinasi Covid-19 dosis lengkap, diakui Imam, seluruh CJH Bulungan sudah disuntik. Bahkan, tes kesehatan dan kebugaran bagi CJH pun sudah dilakukan. “Dari hasil tes kesehatan itu, tidak ada CJH yang memiliki penyakit tertentu yang berisiko,” imbuh Imam.
Hanya ditemukan CJH memiliki penyakit ringan, seperti kencing manis (penyakti diabetes mellitus) dan tekanan darah tinggi. Namun, menurut Imam, penyakit itu tidak menular dan mudah disembuhkan. Dengan tetap mendapat pendampingan dari tenaga kesehatan spesialis. Sehingga, CJH tersebut bisa diberangkatkan.
Di lain pihak, Kepala Seksi Bina Penyelenggara Umrah dan Haji Kanwil Kemenag Kaltara H Muchtar mengakui, untuk kuota CJH tahun ini mengalami pengurangan. Kuota yang diberikan Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia sebanyak 100.051 jemaah. Jumlah ini menurun dari pelaksanaan tahun haji sebelumnya.
Sehingga, tiap provinsi pun terkena pengurangan kuota CJH sebesar 45,6 persen. Seyogianya, kuota CJH Kaltara sebanyak 416. Kemudian dipangkas menjadi 189 CJH yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci. “Mudah-mudahan tahun depan kuota CJH Kaltara tak ada pengurangan lagi. Terpenting, Pemerintah Arab Saudi tak mengeluarkan peraturan seperti tahun ini,” ungkap Muchtar.
Menurut Muchtar, setiap tahun harus mengikuti peraturan yang dibuat Pemerintah Arab Saudi. Setiap tahun selalu ada perubahan peraturan yang baru. Termasuk, batasan umur CJH yang boleh diberangkatkan, maksimal di bawah 65 tahun berlaku sementara. Sehingga, CJH Kaltara yang berusia di atas 65 tahun terpaksa harus ditunda dulu berangkat.
“Apabila sudah ada aturan baru dan tanpa batasan umur sebagai syarat, maka CJH yang tertunda itu bisa diberangkatkan,” tuturnya. Kondisi CJH Kaltara saat ini, dalam kondisi sehat. Meskipun demikian, Muchtar berpesan, agar CJH tetap menjaga kesehatan dan fisik. (kn-2)


