TARAKAN – Untuk memaksimalkan penghasilan plasma darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan mendatangkan alat pendonor baru, yakni alat Apheresis.
Alat ini sekaligus difungsikan saat Hari Donor Darah Sedunia pada 14 Juni lalu. Kepala Unit Donor Darah PMI Tarakan dr Edi Samodro mengatakan, alat ini berfungsi untuk mengolah komponen darah secara fraksionasi. Dengan memisahkan antara sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma konvalesen.
Alat tersebut juga mampu menghasilkan 10 kantong darah untuk sekali pengambilan. “Pemerintah memberikan alternatif alat, sehingga tidak butuh orang yang banyak. Jadi satu alat bisa, kecuali kalau hanya minta 2 kantong. Maka bisa dilakukan dengan cara manusia,” jelasnya, Selasa lalu (14/6).
Alat ini dinilai akan memaksimalkan kinerja dalam pendonoran darah. Darah yang diambil akan memiliki kualitas lebih baik. Karena darah yang diambil sudah dipisahkan sesuai kebutuhan. “Semakin canggih alatnya mutunya juga makin bagus,” ucapnya.
Ia menegaskan, untuk pengambilan darah menggunakan alat ini dapat dilakukan dua minggu sekali. Dengan sekali pengambilan dapat mencapai 3.000 cc. Sementara alat biasa hanya mampu mencapai 350 cc dalam pengambilan darah.
“Jadi 10 kantonglah, inikan yang diperlukan saja yang keluar (darahnya). Kalau yang manual itukan semuanya. Kalau dulu diambil semuanya, baru dipisahkan. Adanya alat ini per bagian dipisah, jadi lebih praktis dan mudah,” tuturnya.
Hanya saja, lanjut Edi, alat ini masih digunakan untuk pengambilan trombosit darah. Untuk pengambilan darah jenis lainnya, masih membutuhkan peralatan lainnya. “Plasma bisa, semua komponen darah bisa cuma menambah peralatan. Tapi intinya kita sudah ada alat, tinggal tambah sedikit yang lainnya. Sekarang masih trombosit dulu,” tutupnya. (kn-2)


