TIDENG PALE – Taruna-Taruni Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI) Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) telah usai melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di KTT.
Meskipun PKL sudah terlaksana, namun Pemerintah Tana Tidung menginginkan sinergitas dan tali silaturahmi tetap terbangun. “Terima kasih, sudah mengabdi dan saling sinergi serta menginspirasi masyarakat KTT. PKL selama kurang lebih 4 bulan ini menjadi dedikasi dan pengalaman berarti bagi masyarakat KTT. Khususnya dalam membantu berbagai sistem transportasi angkutan darat yang lebih efektif dan efisien,” ucap Wakil Bupati KTT Hendrik, kemarin (17/6).
Sinergi yang telah terbangun berharap dapat membawa manfaat bagi warga KTT. Dengan berupaya dalam meningkatkan kualitas sarana prasarana publik, salah satunya perbaikan akses jalan hingga ke desa-desa.
Pasalnya, akses jalan darat merupakan prioritas pemerintah. Demi terintegrasinya jalur transportasi darat. Jika ini sudah terkoneksi dengan baik, maka kelancaran akses pelayanan publik dan perekonomian lintas daerah menjadi lebih baik.
“Adanya taruna-taruni melalui program PKL, pemerintah sangat terbantu. Dalam melakukan berbagai penerbitan lalu lintas darat dan manajemen pengelolaan transportasi jalan semakin jauh lebih baik,” ungkapnya.
Hendrik berpesan, agar taruna-taruni terus belajar dan menebar kebaikan di manapun berada. Peserta STTD yang PKL sebanyak 16 orang. Terdiri dari 10 taruna dan 6 taruni. Beberapa hasil kajian yang disampaikan menjadi masukan berharga bagi pemerintah daerah.
Terpisah, Dosen Pembina Peserta STTD Torang Hutabarat menjelaskan, perlu adanya perencanaan transportasi pendidikan angkutan umum dan manajemen rekayasa lalu lintas serta keselamatan.
Beberapa titik kerawanan lalu lintas di KTT menjadikan prioritas penanganan hasil kajian peserta STTD. Penyumbang tingkat kecelakaan lalu lintas masih didominasi usia 16-30 tahun. “Itu dilihat dari data penggunaan sepeda motor lima tahun terakhir. Penggunaan sepeda motor semakin meningkat. Kalau dilihat dari profesinya, penyumbang kecelakaan terbanyak dari kalangan pelajar,” singkatnya. (kn-2)


