TANJUNG SELOR – Sebagai dua negara yang memiliki hubungan bilateral, Indonesia-Malaysia kembali mengagendakan pertemuan Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo).
Sosek Malindo seyogianya terlaksana pada Juni ini. Namun jadwal pertemuan tersebut harus diundur. Asisten I Setprov Kaltara Datu Iqro Ramadhan saat dikonfirmasi mengungkapkan, pertemuan diundur dikarenakan Malaysia belum siap.
“Seharusnya akhir bulan ini, tapi harus kesepakatan kedua negara. Malaysia belum siap jadi ditunda akhir Juli,” ungkapnya, Kamis (23/6).
Dalam pertemuan Sosek Malindo nanti, ada dua isu yang dibahas. Yakni Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan. Kemudian terkait banjir yang selalu terjadi di Sembakung, tepatnya Sungai Lumbis, Kabupaten Nunukan.
Untuk PLBN Sei Menggaris, diharapkan bisa segera diresmikan. Sebab Sei Menggaris berbatasan langsung dengan Kalabakan, Negeri Sabah Malaysia. Sei Menggaris merupakan wilayah vital, karena dari geografis sangat dekat dengan Malaysia.
Jika melihat kondisi wilayah, PLBN Sei Menggaris akan mirip seperti PLBN Entikong di Kalimantan Barat (Kalbar). Kendaraan dari Malaysia bisa masuk ke Indonesia melalui Sei Menggaris, pun sebaliknya.
PLBN Sei Menggaris akan menjadi pintu utama di Kaltara. “Memang ada 4 PLBN di Kaltara, selain PLBN Sei Menggaris. PLBN di Kaltara sama saja fungsinya, hanya statusnya PLBN utama atau pintu utama di Sei Menggaris,” jelasnya.
Mengenai persoalan banjir, diharapkan ada penanganan bersama. Baik dari pihak Indonesia maupun Malaysia. Seperti yang diketahui, Sungai Lumbis melintasi dua negara. Wilayah Malaysia merupakan hulu sungai dan Indonesia, tepatnya di Sembakung menjadi hilir sungai.
“Yang harus dilakukan, penanganan mengenai dampak lingkungan. Barangkali di Malaysia hutan sudah gundul, jadi harus ada penanganan,” tutupnya. (kn-2)


