TANJUNG SELOR – Calon Jemaah Haji (CJH) Bulungan telah diberangkatkan menuju Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) dari Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor, Selasa (28/6).
Sebelum berangkat, CJH berkumpul di Mesjid Agung Istiqomah. Menurut Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bulungan Saimin, CJH Bulungan dalam keadaan sehat. Mereka juga telah menjalani seluruh rangkaian dan tahapan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulillah hari ini (kemarin, Red) CJH kita lengkap, sehat dan bugar,” ungkapnya, Selasa (28/6).
CJH berangkat melalui Bandara Tanjung Harapan pada pukul 10.45 Wita. Kemudian sesampainya di Embarkasi Balikpapan, CJH akan bermalam selama dua malam untuk mengikuti rangkaian persiapan lainnya. Setelahnya, bersama CJH dari sejumlah daerah di Kaltara termasuk Kaltim. Selanjutnya akan diberangkatkan menuju Saudi Arabia pada 30 Juni, pukul 14.10 wita.
“Kegiatannya selama dua hari di Embarkasi Balikpapan bakal perbanyak istirahat dan akan mendapatkan penjagaan ketat petugas. CJH Bulungan masuk kloter 7 dan nantinya akan langsung menuju ke Madinah,” terangnya.
Di Balikpapan nanti, tidak ada lagi keluarga yang bisa bertemu dan tidak diperbolehkan ada makanan dari luar masuk ke dalam Embarkasi Balikpapan. Sebagai upaya menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. CJH Bulungan pun akan didampingi tiga orang dari Kemenag.
“Yang mendampingi satu orang selaku ketua kloter dan dua orang dokter. Kita tahu, dokter juga sangat penting,” tuturnya.
Keberangkatan CJH juga dilaksanakan di KTT. Namun, sebelum diberangkatkan, CJH tersebut diarak keliling Tideng Pale, sekitar pukul 07.40 Wita. CJH KTT berangkat melalui Bandara RA Bessing di Kabupaten Malinau.
Kepala Kemenag KTT H Said Masput mengingatkan, para CJH untuk tetap menjaga kesehatan. Sehingga perjalanan menuju Tanah Suci dapat berjalan, aman dan lancar.
Jumlah CJH KTT untuk tahun ini ada 8 orang. Namun, ada satu CJH yang berhalangan untuk berangkat karena sakit. Sehingga yang diberangkatkan hanya 7 orang dan seluruhnya merupakan perempuan. Dia menegaskan, CJH KTT rata-rata dengan batas usia di bawah 65 tahun dan telah mengikuti vaksinasi tahap ketiga. Sebagai salah satu syarat perjalanan telah dipenuhi.
Salah seorang CJH merasa gembira karena akhirnya baru bisa diberangkatkan setelah dua tahun tertunda karena pandemi Covid-19. “Alhamdulillah, bisa berangkat setelah menunggu lama. Ditambah dua tahun terakhir keberangkatan CJH ini ditunda akibat Covid-19,” singkat perempuan yang namanya enggan dikorankan. (kn-2)


