TARAKAN – Kecewa dengan keputusan penerimaan Polisi Wanita (Polwan), seorang nelayan ikan mengirimkan surat terbuka kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dalam surat yang dikirimkan pada 5 Juli lalu menyebutkan, kekecewaan Nardi sebagai orangtua dari Nurul Huda. Salah seorang calon Polwan yang mengikuti tes Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Logistik.
Dalam isi surat terbuka tersebut, anaknya mengikuti seleksi penerimaan Polri T.A 2022 di Kaltara jalur Bakomsus Logistik dan mendapatkan nilai akhir yang tinggi. Nurul dinyatakan lolos, tapi sayangnya tidak terpilih. Karena tidak ada kuota untuk wanita di Bakomsus Logistik Polda Kaltara. Sedangkan Bakomsus Labfor, TI dan Nakes, mendapatkan kuota wanita.
“Kalau Bakomsus Logistik hanya memerlukan pria. Mengapa di awal penerimaan dibuka untuk wanita. Jika memang tidak ada kuota bagi wanita. Seharusnya diberitahukan sejak awal, sehingga anak saya tak menghabiskan tenaga, waktu, serta biaya, untuk mengikuti seleksi. Ini juga menimbulkan kekecewaan bagi anak saya, yang telah bersungguh-sungguh dan berusaha keras dalam tes ini. Sehingga mendapat nilai yang tinggi,” keluhnya, Rabu (13/7).
Ia yang berprofesi sebagai nelayan, memiliki harapan yang sangat besar tehadap anaknya. Makanya, ia berharao kebijaksanaan dan keadilan Kapolri di Peringatan HUT Bhayangkara ke-76 tahun ini. Untuk dikaji kembali mengenai kuota wanita Bakomsus Logistik di Polda Kaltara.
Ia menjelaskan, pada pengumuman kelulusan 2 Juli lalu, anaknya dinyatakan lulus tes dengan nilai tinggi 65,82. Bahkan menempati ranking dua dari para calon Polwan, untuk tiga tes yang sudah dilewati. Dalam kelompoknya, Nurul merupakan ranking 1 dengan nilai tertinggi. “Alasannya tidak ada kuota untuk wanita,” ujarnya.
Sementara itu, Nurul Huda mengaku dari Bakomsus ada 3 kuota yang dibuka. Bakomsus Logistik, Nakes dan Labfor. Ia bersama tiga temannya dari Tarakan mengikuti tes Bakomsus ini dan lolos hingga Penilaian Panitia Penentu Akhir (Pantuhir).
“Kan kalau tak ada diterima untuk perempuan, ya disampaikanlah dari awal. Jadi saya tidak mengikuti yang Bakomsus Logistik dan ikut jalur lain. Sedangkan Bakomsus lain ada yang diterima Polwan. Waktu diumumkan saya tanya ke panitia. Katanya buat Kaltara khusus pria. Padahal di awal ada kuota perempuan untuk Bakomsus Logistik,” bebernya.
Padahal, kata alumni SMK Negeri 2 Tarakan ini, sejak awal mendaftar sudah diarahkan ke Bakomsus Logistik. Sedangkan di tahun sebelumnya, tes yang diikuti melalui Bintara Khusus Jalur Teknologi Informasi (TI). Sementara dari dua orang pria yang lulus Bakomsus Logistik kali ini, salah satu diantaranya memiliki nilai berada di bawah Nurul.
Cita cita gadis berusia 19 tahun ini sejak awal memang menginginkan mengabdi dengan seragam Polri. Namun ia kecewa saat tidak terpilih. Sementara orangtuanya bersemangat mencari ikan, untuk bisa membiayai persiapan ujian, kos selama mengikuti ujian di Bulungan. “Padahal bapak juga banyak menghabiskan tabungannya,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Kabid Humas AKBP Budi Rachmad mengatakan, pihaknya sudah mendatangi kediaman Nurul Huda untuk memberikan penjelasan secara langsung. Meski ada kekecewaan disampaikan dalam pertemuan tersebut. Ia berharap Nurul bisa tetap mengikuti ujian Polwan ketiga kalinya.
“Bakomsus Logistik Polwan merupakan kuota nasional dengan jumlah 20 orang dari 34 Polda. Ranking dihitung secara nasional, jadi tidak ada perwakilan Polda, seperti dari Polda Kaltara,” singkatnya. (kn-2)


