TANJUNG SELOR – Dampak kenaikan harga cabai di Pasar Induk Tanjung Selor, beberapa hari belakangan ini dikarenakan kurangnya ketersediaan.
Bahkan, harga cabai sempat menyentuh Rp 200 ribu per kilogram (kg). Namun, saat ini harga cabai telah menjadi Rp 160 ribu per kg. Kristina, salah seorang pedagang membenarkan harga cabai sempat melambung tinggi dengan Rp 200 ribu per kg.
Menurut Kristina, jika ketersediaan cabai dari petani terbatas dan permintaan tinggi. Maka berdampak pada harga cabai tersebut.
“Sudah menjadi hukum pasar. Ketika permintaan banyak, tapi ketersediaan tak mencukupi berimbas pada harganya,” ucapnya, Jumat (15/7).
Kristina menjual cabai kepada konsumen di harga Rp 150 ribu hingga Rp 160 ribu per kg. “Pedagang yang lain, saya tak tahu dijual berapa. Tetapi biasanya kurang lebih, kalaupun selisih pun cuma sedikit,” ujarnya.
Pedagang lainnya yang enggan namanya dikorankan mengungkapkan, harga cabai naik sebelum Iduladha. “Sekarang sudah mulai menurun. Saya menjualnya Rp 140 ribu per kg,” singkatnya.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPP) Bulungan Murtina mengungkapkann jika harga komoditi cabai masih mahal.
Pasalnya, harga sebelumnya dikisaran Rp 30 ribu-Rp 40 ribu per kg. Perempuan berhijab ini mendorong masyarakat supaya lebih kreatif, dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai.
“Meskipun harga di pasaran saat ini perlahan mulai terkendali. Kita berharap harganya terus menurun sampai di angka ideal,” harapnya.
Menurut dia, komoditas sejenis dipastikan tidak mengalami inflasi. Seperti bawang merah, bawang putih dan daging ayam, harganya masih terpantau normal. Saat ini, harga bawang merah Rp 65 ribu per kg. Bawang putih Rp 30 ribu per kg dan daging ayam Rp 43 ribu per kg. (kn-2)


