TANJUNG SELOR – Kerja sama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Industri dan Dunia Kerja (Iduka), merupakan strategi pembelajaran dan bisnis. Yang dapat memberikan keuntungan kedua belah pihak.
Hal itupun dilakukan SMKN I Tanjung Selor, dengan ditandatanganinya Memorandum Of Understanding (MoU) terhadap industri dan dunia kerja. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara pun menyambut positif kerja sama tersebut.
Menurut Kepala Disdikbud Kaltara Teguh Hendri Susanto, kerja sama yang terlaksana itu untuk membangun sumber daya yang berkualitas. Khususnya bagi pelajar-pelajar SMK. Dengan terjalinnya kerja sama ini, diharapkan pelajar SMK yang lulus bisa terserap di industri dan dunia kerja.
“Dalam kerja sama itu juga, kita bersama untuk merancang kurikulum. Artinya, menyelaraskan kurikulum sesuai kebutuhan yang diinginkan. Sehingga tak perlu dilakukan diklat lagi, karena pelajar sudah memiliki pembekalan,” terang Teguh, kemarin (4/2).
Teguh menyebutkan, kerja sama yang terjalin saat ini untuk tujuh dunia industri dan dunia kerja di Tanjung Selor. Dengan berbagai kriteria, seperti perhotelan, pegadaian, kelembagaan dan kuliner. “Harapan kita, siswa SMK yang lulus tidak ada yang menganggur. Lulus sekolah bisa langsung kerja,” harap Teguh.
Menurut Teguh, di SMKN I Tanjung Selor sudah menjalin kerja sama kepada 29 dunia industri dan dunia kerja. “Kita akan mendorong sumber daya manusia yang berkualitas, bahwa SMK siap kerja. Dengan dibekali adanya peningkatan kompetensi keahlian. Melalui uji kompetensi sertifikasi profesi,” ungkap Teguh.
Disdikbud Kaltara memiliki harapan pelajar SMK ini bisa andil dalam pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan dan Industri Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Adanya kerja sama tersebut disambut baik Kepala SMKN I Tanjung Selor Supriyono.
“Dengan adanya MoU, kita membuka diri terhadap kebutuhan masyarakat di dunia pendidikan. Sehingga, apa yang dibutuhkan di Iduka (Industri dan Dunia Kerja), maka kami bisa mempersiapkan,” ujarnya.
Diakui Supriyono, hal ini untuk meningkatkan kompetensi siswa di dunia industri dan dunia kerja. Siswa lulusan SMKN I Tanjung Selor yang memutuskan langsung kerja, telah mendapatkan pekerjaan. Namun, ada juga siswa yang lulus untuk melanjutkan kuliah. (kn-2)


