TARAKAN – Speedboat Minsen Express 12 terbakar, setelah sekitar 30 menit berangkat dari Pelabuhan Tengkayu I SDF Tarakan sekira pukul 10.00 Wita, Senin (25/7).
Speedboat tujuan Pelabuhan Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung (KTT) ini membawa 21 penumpang, 1 motoris dan 2 orang anak buah kapal (ABK). Kapasitas speedboat untuk 30 penumpang.
Salah seorang penumpang, Maknur yang merupakan Sekretaris Desa Tideng Pale Timur sempat membuat video terkait kondisi penumpang yang selamat dari kebakaran, di lokasi kejadian. Ia bersama 11 penumpang lainnya memilih melanjutkan perjalanan ke Tana Tidung.
Ia menggunakan speedboat milik Bupati KTT, yang digunakan PHBI Tana Tidung usai mengantarkan Ustadz Abdul Somad ke Tarakan. “Speedboat berangkat pukul 09.20 Wita dari Tarakan. Ada beberapa penumpang yang memilih kembali ke Tarakan diminta dari Perhubungan Tarakan. Kalau kami minta langsung ke KTT saja,” ucapnya.
Penumpang lainnya, Made Nur (60) yang kembali ke Tarakan mengatakan, salah seorang ABK berteriak kebakaran dan langsung bergerak mengambil alat pemadam api ringan (Apar). Ia pun melihat kaca di bagian belakang speedboat semakin gelap dan penumpang semua panik dan langsung berdiri.
Pintu sebelah kiri dan kanan dibuka, kemudian ada yang berteriak minggir. “Air surut jauh sudah. Pas sandar di pantai, langsung loncat masing-masing menyelamatkan diri. Merayap semua, kan lumpur tinggi. Semua selamatkan diri. Waktu mau berangkat disuruh pakai pelampung, jadi banyak pelampung yang tertinggal di lumpur. Kami istirahat kecapean. Mungkin ada yang barang tertinggal. Sekitar 15 menit, speedboat Pemda KTT datang,” ungkapnya.
Motoris speedboat Mustar mengatakan, speedboat lepas dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan sekira pukul 09.30 Wita. Pada saat speedboat melewati perairan Muara Pas Payau, masih wilayah perairan Tarakan. Mesin genset yang berada di atas kapal terbakar.
“Sempat dipadamkan apinya. Cuma api sudah membesar jadi tidak berhasil padam. Jadi speedboat pun saya tujukan ke pantai,” tuturnya.
Menurut dia, sengaja menaikkan speedboat ke pantai terdekat agar para penumpang bisa turun dan menyelamatkan diri. Setelah penumpang selamat semua turun ke pantai, speedboat dibiarkan terbakar.
“Api sudah mulai membesar, karena adanya bensin. Jika terlambat turun, penumpang bahaya juga. Diutamakan selamat semua, baru kami ikut lompat. Penumpang semua selamat, hanya sebagian barang yang tidak sempat kami selamatkan. Habis semua yang di atas speedboat,” ungkapnya.
Kurang dari 30 menit berada di pantai ini, speedboat milik Bupati KTT yang kebetulan melintas kemudian membantu dengan membawa 12 penumpang. Pihaknya juga menghubungi agen yang ada di Tarakan, untuk datang menjemput kembali penumpang.
“Ada 9 penumpang dibawa ke Tarakan, sisanya mau melanjutkan perjalanan ikut speedboat Bupati KTT,” katanya.
Rizal, salah seorang petugas Agen Wiralaut yang membawahi Speedboat Minsen Express mengatakan, sudah meminta para penumpang yang kembali ke Tarakan untuk menghubungi jika ada rencana kembali ke Tana Tidung. “Kalau mau kembali bisa saya berikan tiketnya. Tapi kalau tidak berangkat bisa kami kembalikan uangnya,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan Muhammad Roswan memastikan sudah melakukan pendataan penumpang yang kembali ke Tarakan dengan meminta data identitas masing-masing. “Speedboat yang terbakar itu mungkin tidak bisa ditarik lagi, ya ditinggal sudah. Tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya.
Staf Syahbandar Pembantu Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara, Sudirman menjelaskan, menerima informasi kebakaran speedboat yang melayani trayek Tarakan-Tana Tidung sekira pukul 10.00 Wita. Pihaknya dibantu speedboat non reguler langsung menuju ke lokasi kejadian.
“Semua penumpang dan awak kapal selamat, tidak ada yang terluka. Ada satu penumpang yang lengannya diperban, tapi itu sepertinya penumpang yang ke Tarakan untuk kontrol, jadi bukan karena kecelakaan,” jelasnya.
Informasi awal yang ia terima, setelah mesin genset terbakar, api merambat hingga ke penutup genset yang menggunakan bahan fiber. ABK langsung mengambil alat pemadam api ringan (Apar), namun api tidak padam dan malah lebih besar dari jumlah Apar yang ada. Sementara ABK lainnya menenangkan penumpang lain.
Akhirnya motoris speedboat mengambil inisiatif membawa menuju ke daratan yang lebih dekat. Hingga pada saat speedboat sampai ke bagian tengah dan bawah, penumpang sudah berhasil turun dan keluar dari speedboat.
“Kami tidak melihat ada kelalaian atau human error. Tapi karena korsleting genset. Kami buatkan berita acara laporkan ke pimpinan di BPTD dan tinggal menunggu perintah. Jumlah penumpang tidak over kapasitas, menggunakan life jacket dan menangani kebakaran dengan baik, jadi tidak ada korban terluka,” tegasnya. (kn-2)


