Wednesday, 29 April, 2026

Kegigihan Heru Bangkitkan Kesadaran Lingkungan di Kampung Sidabranti

Heru Setiawan adalah sosok di balik berubahnya wajah Kampung Sidabranti. Yang awalnya tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan kini justru sebaliknya. Tembok-tembok di kampung itu diubah bak galeri seni. Masyarakat juga tumbuh dengan segala kreativitasnya.

SEPTIAN NUR HADI, Surabaya

KAMPUNG itu berlokasi di Jalan Karang Tembok V, RW 4, Kelurahan Pegirian, Semampir. Tepatnya di bantaran Sungai Jatipurno. Sebelumnya, kondisi permukiman penduduk tersebut sangat kumuh. Sampah berserakan di mana-mana.

Tak cukup itu. Remajanya juga nakal-nakal. Menganggur membuat para pemuda menghabiskan waktu hanya untuk nongkrong hingga larut malam.

Warga pun resah. Bila kondisi itu diteruskan, mereka khawatir lingkungan tempat tinggalnya menjadi sarang kriminalitas. Karena itu, para pengurus kampung harus segera memikirkan perubahan. Heru Setiawan adalah salah satu bagian dari itu semua.

Dia sadar bahwa mengubah sudut pandang warga untuk sadar lingkungan tidaklah mudah. Sudah berkali-kali dilakukan sosialisasi, tetapi tak sesuai yang diharapkan. Lahan kosong di bantaran sungai malah digunakan untuk menyimpan barang bekas. Akibatnya, sampah terus berserakan. Baik di jalan maupun di aliran sungai. “Karena nggak bisa dibilangin, aku coba kasih contoh. Itu mulai dilakukan pada awal tahun ini,’’ kata Heru.

Heru tidak sendiri. Dia mengajak enam pengurus kampung lain. Setiap hari Heru membersihkan sampah. Bahkan, termasuk sampah-sampah yang terdapat di rumah warga. Awalnya, tidak ada yang peduli dengan sepak terjang ketua RT 8 itu. Namun, Heru hanya diam dan bekerja. Kalau ditanya, dia tidak akan berbicara. Itu dilakukan berkali-kali. “Ada sampah dibersihkan. Timbul lagi di tempat yang sama, ya dibersihkan lagi,” kata pria kelahiran Surabaya, 7 Mei 1975, itu.

Selama menjalankan tugas, dia tidak pernah menunjukkan wajah kesal. Dia tetap berusaha ramah. Seiring waktu, usahanya mulai membuahkan hasil. Kesadaran mulai muncul. Setidaknya kebersihan pekarangan rumah menjadi tanggung jawab masing-masing pemilik rumah.

Perlahan, satu per satu warga mulai tergerak hatinya. Tanpa diminta, mereka mulai membersihkan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Dalam waktu cepat, kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan terus meningkat.

Selain membersihkan sampah, secara swadaya mereka mempercantik kediamannya dengan lukisan mural. Lebih dari 50 titik tembok rumah di Jalan Karang Tembok mulai dilukis. Proses pengerjaan mereka lakukan pada malam.

Tidak sampai di situ. Kandang ayam atau burung menjadi sasaran pengecatan. Kemudian, semua bangunan liar (bangli) di bantaran sungai dibongkar. Lalu, disulap menjadi area kreativitas masyarakat.

Dari lingkungan, kesadaran mengubah wajah kampung kian menggelora. Kreativitas memberdayakan kampung terus lahir. Salah satunya adalah lahirnya Perpustakaan Keledai Dungu. Setiap minggu, terutama pada Sabtu malam, aktivitas belajar bersama digelar.

Misalnya, membahas dongeng atau cerita pendek. Lalu, belajar alat musik, pertunjukan teater, dan nonton bersama (bersama) terkait film kepahlawanan. Kebanyakan peserta berasal dari pelajar.

Selain mengurangi anak-anak dari bermain gadget, belajar bersama bertujuan mengawasi pergaulan mereka. “Dengan adanya aktivitas ini, mereka jadi enggak keluyuran di luar. Main di seputar rumah. Sehingga orang tua jadi tenang dan lebih mudah mengawasinya,’’ kata ayah dua anak itu.

Kemudian untuk menekan angka pengangguran, pemberdayaan terhadap masyarakat dilakukan. Ada beberapa pilihan pekerjaan yang ditawarkan. Yaitu, bergerak di bidang konfeksi, sablon, dan kuliner. Generasi muda lebih memilih bidang konfeksi. Sementara itu, orang tua bergerak di bidang usaha kuliner.

Terdapat tiga makanan khas di Kampung Sidabranti. Yaitu, martabak sop, soto daging merah, dan lontong manggul. Tiga menu makanan tersebut sudah sangat jarang dijual di Surabaya. “Di wilayah utara, misalnya, mungkin yang jual cuma ada di sini,” ujarnya sambil tersenyum.

Heru tidak menyangka, kerja keras masyarakat dalam membangun Kampung Sidabranti mendapatkan apresiasi dari Pemkot Surabaya. (*/c6/git/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru