TARAKAN – Sugianto Paku, warga Jalan Danau Jempang, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah diduga menjadi korban penembakan di Papua Nugini, pada Kamis (29/9) lalu. Hingga kini belum diketahui pasti pelaku dan motif pembunuhan tersebut.
Istri korban Delta Kondo mengaku, belum mengetahui kronologis yang jelas atas kejadian yang menimpa suaminya. Diduga kejadian tersebut terjadi pada pagi hari. Posisi korban sudah berada di dalam kendaraan excavator untuk bekerja.
“Saya tak tahu, apakah penembakan itu dilakukan warga Papua Nugini atau kelompok separatis yang ada di sana. Belum ada informasi, siapa yang melakukan penembakan. Karena kejadian itu tiba-tiba saja,” ungkapnya, Minggu (2/10).
Dari informasi yang ia terima, ada 7 orang menjadi korban dalam kejadian penembakan tersebut. Satu orang diantaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit, karena kondisi yang sangat kritis.
Terkait proses pemulangan jenazah Sugianto, saat ini keluarga masih berkomunikasi dengan pihak perusahaan. Namun dari informasi terakhir yang didapatkan pihak keluarga. Proses pemulangan jenazah Sugianto ke Tarakan akan diurus Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Papua Nugini.
“Informasinya besok (hari ini, Red) baru akan dikirim dari sana (Papua Nugini). Tapi belum tahu pasti untuk sampainya (di Tarakan),” ucapnya.
Delta menjelaskan, suaminya berangkat ke Papua Nugini pada Juli 2021 lalu. Korban juga memberitahukan akan bekerja sebagai operator excavator pada proyek pengerjaan jalan. Selama bekerja di Papua Nugini, suaminya belum pernah pulang ke Indonesia.
“Suami saya ini baru pertama kali kerja di Papua Nugini. Kami terakhir komunikasi itu tanggal 27 (September) sore dan kami ngobrol seperti biasa,” ungkapnya.
Sampai saat ini, ia juga tidak mengetahui nama perusahaan di tempat suaminya bekerja. Bahkan korban sudah dua kali pindah lokasi bekerja. Namun dari informasi yang ia dapatkan dari suaminya. Tempat suaminya bekerja jauh dari pusat perkotaan di Papua Nugini.
“Yang saya tahu itu cuma di daerah pedalamam dia kerja. Waktu berangkat ke Papua Nugini, suami saya berangkat bersama temannya 5 orang dari Tarakan,” imbuhnya. (kn-2)


