TARAKAN – Pria berusia 19 tahun, Fauzan Dewa menjadi korban pembacokan saat berduel dengan orang tak dikenal, di Jalan Pangeran Aji Iskandar RT 02 Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara sekira pukul 04.00 Wita, Senin (3/10).
Korban yang saat itu menginap di rumah temannya, diduga memergoki seseorang yang akan melakukan pencurian. Ayah korban, Abdul Halim Daeng Naba mengatakan, Fauzan baru saja membantu temannya bekerja di tempat dekorasi acara. Namun ia baru mengetahui insiden penganiayaan terhadap anaknya, sekira pukul 04.00 Wita, Senin (3/10).
Ia dan korban sebenarnya tinggal di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat. “Dia (korban) izin mau bermalam di rumah temannya itu. Saya tidak tahu jam berapa dia jalan. Saya pulang dari Taman Berlabuh sudah tidak ada di rumah,” jelasnya.
Biasanya korban selesai bekerja mendekorasi tenda dan perlengkapan acara yang dipesan orang, pergi memancing dengan temannya. Rumah yang merupakan lokasi kejadian, merupakan gudang yang menjadi tempat penyimpanan barang dekorasi. Selain gudang, ada juga rumah keluarga pemilik usaha dekorasi di sebelah gudang.
Korban biasanya tidur di kamar dalam gudang bersama dua orang temannya. Gudang ini sudah pernah dimasuki pencuri, namun gagal tertangkap. Pelaku diduga masuk melalui pintu depan, yang hanya terbuat dari kayu dan dikunci menggunakan kayu.
Pengakuan korban, sempat melihat wajah pelaku meski samar. Pelaku hanya menggunakan jaket hoodie, celana pendek dan tidak menutupi wajahnya.
“Kejadiannya sebelum orang salat Subuh katanya. Pas dia (korban) tidur, ada orang masuk. Ini anak saya kalau dia tidur, ada orang lewat, terbangun dia. Masih sempat bergelut, cuma dia tidak tahu orang itu membawa parang,” ungkapnya.
Saat bergelut ini, pelaku diduga menebas bagian kepala korban menggunakan senjata tajam. Sehingga mengakibatkan korban berteriak dan membangunkan seisi rumah. Teman korban yang mengetahui kejadian tersebut, sempat membawa korban ke Puskesmas Juata. Namun dirujuk ke RSUD dr Jusuf SK.
“Luka di bagian kepala sebelah kiri, satu kali (timpasan) tapi melebar lukanya. Rencananya besok (hari ini, Red) mau operasi. Karena ada gumpalan darah dan tulang yang retak, itu mau dikasih keluar,” bebernya.
Saksi mata, teman korban yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut sudah dimintai keterangan Polres Tarakan. Tidak hanya terkait pembacokan korban, sekaligus memeriksa dan memastikan barang yang hilang di dalam gudang.
Pelaku diduga hendak melakukan pencurian di gudang tersebut. Pelaku masuk ke dalam gudang sendirian dan tidak menggunakan kendaraan. Usai membacok korban, pelaku langsung lari dan tidak terkejar lantaran kondisi sekitar masih gelap.
“Ada sarung parangnya (pelaku) yang ketinggalan (di lokasi kejadian). Sempat ada niat mau kejar pelaku, tapi lihat anak saya ini sudah berlumuran darah. Makanya mereka bawa dulu korban biar cepat diobati. Keluarga besar serahkan kepada kepolisian, untuk segera menangkap pelaku. Jangan sampai keluarga besar kami yang bertindak lebih cepat menangkap pelaku,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Aldi membenarkan kejadian tragis tersebut. Ia mengakui kronologis singkat kejadian yang terjadi sekira pukul 04.00 Wita dini hari.
“Jadi dari keterangan saksi yang kami sudah interogasi. Di jam tersebut ada percobaan pencurian di rumah korban,” tuturnya.
Menurut Aldi, percobaan pencurian ini, saat pelaku masuk rumah korban. Kemudian pada saat menjalankan aksinya ternyata dipergoki korban atau pemilik rumah. Tak berlangsung lama, sempat terjadi penganiayaan ke korban hingga akhirnya sebuah benda tajam melayang ke salah satu bagian tubuh korban. Namun, pihaknya belum bisa membeberkan luka-luka yang diderita korban.
“Teman korban akhirnya kehilangan jejak pelaku. Kami sudah kantongi identitas dan melakukan pengejaran terhadap dua orang. Yakni pelaku utama dan satu lagi pelaku memang menunggu menggunakan sepeda motor,” tutupnya. (kn-2)


