TANJUNG SELOR – Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Utara (Kaltara) alami kenaikan. Hal itu berdasarkan harga barang/jasa yang didata dari Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor.
Di mana mengalami inflasi 1,04 persen atau terjadi perubahan IHK 110,81 pada Agustus 2022, menjadi 111,97 pada September 2022. Inflasi tahun kalender sebesar 4,18 persen dan inflasi tahun ke tahun 6,64 persen.
Inflasi Kaltara dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok transportasi 8,10 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,48 persen, kelompok perlengkapan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,04 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,02 persen, kelompok kesehatan 0,00 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,00 persen.
Lalu, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,00 persen, kelompok pendidikan 0,00 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,00 persen.
“Untuk kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,20 persen,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Slamet Romelan, Senin (3/10).
Pada September 2022, kelompok pengeluaran memiliki andil yang dominan terhadap inflasi gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor. Meliputi, kelompok transportasi (1,04 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,04 persen), kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,02 persen), kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,01 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (0,00 persen), kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,00 persen).
Kemudian, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya (0,00 persen), kelompok pendidikan (0,00 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,0 persen). Kelompok pengeluaran yang dominan terhadap andil deflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau -0,06 persen.
Jika kelompok makanan, minuman dan tembakau diperinci, maka terjadi deflasi pada kelompok bahan makanan gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor -0,46 persen. Inflasi kalender 1,45 persen dan inflasi tahun ke tahun 5,52 persen.
Deflasi kelompok bahan makanan di Kota Tanjung Selor -0,56 persen, inflasi tahun kalender 4,54 persen, dan inflasi tahun ke tahun 8,66 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan di Kota Tarakan mengalami deflasi -0,44 persen, inflasi tahun kalender 0,74 persen dan inflasi tahun ke tahun 4,79 persen.
“Ada juga lima jenis barang/jasa penyumbang tertinggi inflasi di Kalimantan Utara,” tuturnya.
Lima item tersebut, mencakup BBM 0,94 persen, beras 0,04 persen, sawi hijau 0,04 persen, telur ayam ras 0,04 persen dan angkutan sungai, danau dan penyeberangan 0,04 persen. Sedangkan penyumbang deflasi berupa cabai rawit -0,16 persen, bawang merah -0,08 persen, daging ayam ras -0,05 persen, ikan bandeng/ikan bolu -0,02 persen dan emas perhiasan -0,02 persen. (kn-2)


