Monday, 20 April, 2026

Moderasi Beragama Cara Hindari Radikalisme dan Ekstrimisme

TANJUNG SELOR – Agama merupakan salah satu aspek yang tidak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Moderasi beragama diperlukan guna menjaga keharmonisan antara hak beragama dan kewajiban berbangsa dan bernegara.

Saat ini, gencar dilakukan sosialisasi perihal moderasi beragama dan wawasan kebangsaan. Sosialisasi moderasi beragama dan wawasan kebangsaan kali ini digelar di Masjid Jami Al-Mujahidin Bunyu, Minggu (16/10). Dengan menggandeng Polsek Bunyu dan Majelis Ta’lim Al-Hidayah Bunyu.

Dikatakan Pimpinan Majelis Ta’lim Al-Hidayah Bunyu Majlis Ta’lim Al-Hidayah Bunyu Ustadz Albar, moderasi beragama merupakan cara pandang dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrim.

Tujuan moderasi beragama, untuk mewujudkan ketertiban dalam masyarakat beragama, melindungi hak-hak pemeluk agama dalam menjalankan kebebasan beragama. Lalu, mewujudkan ketenteraman dan kedamaian dalam kehidupan keagamaan.

“Serta untuk mewujudkan kesejahteraan umat beragama. Tujuan moderasi beragama tak lain untuk menghadirkan harmonisasi di dalam kehidupan kita, sebagai sesama anak bangsa,” terang Ustadz Albar.

Menurut Ustadz Albar, sebagai warga negara Indonesia, diberikan kebebasan dalam menjalankan keyakinan. Akan tetapi, perlu diingat dalam Undang-Undang telah diatur tentang kewajiban. Sekaligus untuk menjaga hak pemeluk agama lain, dalam menjalankan ibadahnya

“Oleh karenanya dalam menjalankan keyakinan, kita harus tetap memperhatikan hak orang lain. Jangan sampai justru dengan ibadah yang kita lakukan, malah menimbulkan masalah bagi pemeluk agama atau orang lain,” ungkap Ustadz Albar.

Pada kesempatan ini, Albar juga sampaikan beberapa contoh sikap dan kegiatan yang mencerminkan moderasi beragama pada kehidupan sehari-hari.

“Moderasi merupakan cara untuk menghindari radikalisme dan ekstrimisme. Moderasi beragama merupakan kunci kerukunan dan toleransi beragama, guna meneguhkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” tuturnya.

Jadi intinya, moderasi beragama adalah meyakini agama secara absolut tanpa menyalahkan keyakinan agama atau orang lain. Tidak sedikit yang beranggapan, moderasi beragama akan mendangkalkan pemahaman keagamaan. Padahal, moderasi beragama justru mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan yang sesungguhnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru