Tuesday, 21 April, 2026

Kebutuhan Pangan Mesti Dipersiapkan

TANJUNG SELOR – Saat peringatan Hari Jadi ke 62 tahun Kabupaten Bulungan dan 232 tahun Kota Tanjung Selor, mantan Bupati Bulungan dua periode Budiman Arifin, berkesempatan hadiri upacara.

Budiman meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan ketahanan pangan. Seiring rencana masuknya mega proyek di Kabupaten Bulungan. “Kita juga tak boleh melupakan jas merah atau sejarah para pemimpin pendahulu. Di usia Kabupaten Bulungan yang ke-62 tahun dan Tanjung Selor ke-232 tahun, saya berharap pemerintah daerah mengawal mega proyek yang akan dibangun di Bulungan,” tutur Budiman, Selasa (12/10) lalu.

Pria berusia 70 tahun itu menilai, pembangunan Kabupaten Bulungan alami peningkatan saat ini. “Kepemimpinan Bupati Bulungan (Syarwani) dan Wakilnya (Ingkong Ala), sudah bagus dengan dukungan dan perkembangan yang terlihat saat ini,” ungkapnya.

Menurut Budiman, pembangunan di Bulungan ada tiga aspek penting yang mesti diperhatikan. Meliputi, soal Tanjung Selor sebagai Ibu Kota Provinsi Kaltara. Penambahan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun honorer yang jumlahnya mencapai ribuan. Merupakan peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Jumlah ASN Pemprov Kaltara cukup banyak, ditambah tenaga honorer. Mereka ini sebagian berasal dari Kaltara dan luar daerah. Penambahan penduduk ini, tentunya akan memberikan andil dari segi peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Termasuk dengan adanya lembaga vertikal yang ada di Bulungan. Tentunya mendorong bertambahnya populasi penduduk.

Selanjutnya, Budiman meminta kepala daerah untuk mengawal rencana pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI). Keberadaan mega proyek ini berpengaruh cukup besar. Termasuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan.

“Apa yang direncanakan kepala daerah, dengan mengadakan pelatihan bahasa Mandarin dan bahasa Inggris sudah tepat. Untuk memperoleh SDM (Sumber Daya Manusia) yang mumpuni,” ujarnya.

Pemkab juga harus memperhatikan untuk sektor pangan. Mengingat, adanya pembangunan mega proyek tersebut, tentu dibutuhkan stok pangan yang mencukupi. Bila hal itu tidak bisa dipenuhi, maka memberi peluang daerah lain yang mampu menyediakan kebutuhan pangan. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru