Wednesday, 22 April, 2026

Dokter Hilda Khoirun Nisa Menemukan Keluarga Baru di Borneo FC

Awam soal sepak bola sebelum bergabung dengan Borneo FC, Hilda Khoirun Nisa mengaku kini mendapat banyak pengalaman dan ilmu baru. Suasana internal tim sangat cair, jadi bisa saling bercanda atau bahkan curhat.

RIZKA PERDANA PUTRASurabaya

TIAP kali Hilda Khoirun Nisa mengunggah sesuatu di Instagram, selalu saja ada pemain Borneo FC yang mengomentari. Mulai yang masih muda seperti Fajar Fathurrahman, yang lebih senior semacam Terens Puhiri, sampai penggawa asing Matheus Pato. Semuanya sama: rata-rata memberikan pujian kepada Hilda.

Kebersamaan yang tampak di media sosial tersebut, menurut Hilda, juga terasa di kehidupan sehari-hari. Suasana kekeluargaan terbentuk, mulai manajemen ke pemain, pemain ke ofisial, hingga manajemen ke ofisial.

“Mau bercanda seperti apa pun sampai curhat serius soal kehidupan juga bisa,” kata Hilda. “Jadi, ketika masuk, saya dihadapkan pada tim yang secair ini,” imbuhnya.

Selain itu, dokter berusia 31 tahun tersebut mendapat dukungan penuh di dalam tim. Sejak awal masuk, dia mendapat banyak masukan dari Asisten Manajer Borneo FC Farid Abubakar. Di antaranya, soal bagaimana meladeni para pemain di dalam tim.

“Dia bilang kalau pemain ini, Dok, harus ditangani per karakter, tidak bisa pukul rata seperti ketika kerja di klinik atau rumah sakit,” kata Hilda.

Tidak hanya di dalam tim, Hilda juga merasa mendapat dukungan dari suporter. Sejauh ini, dokter asal Demak, Jawa Tengah, itu tidak pernah mendapat panggilan berbau catcalling yang bertendensi melecehkan.

“Paling jauh mereka nyebut nama saya, manggil, ya saya respons dengan lambaian dan senyuman saja,” ucap Hilda.

Karena itulah, Hilda merasa sangat betah. Pilihannya untuk menerima tawaran dari Presiden Borneo FC Nabil Husein awal Mei lalu ternyata tidak salah. Dia mendapat banyak pengalaman baru yang menyenangkan. Mulai kesempatan keliling berbagai kota di Indonesia yang belum pernah dia kunjungi sampai mendapat sebuah ilmu baru.

“Sebelumnya kami menangani orang sakit. Sekarang di tim kami pegang orang sehat. Jadi, kami harus jaga kesehatan pemain mulai makanan, minuman, vitamin yang dikonsumsi, pola tidurnya, hingga waktu olahraga untuk istirahat, kami terlibat, dan itu satu pengalaman baru bagi saya,” kata Hilda.

Selain itu, di Borneo FC, Hilda masih bisa menggeluti bidang yang disukainya, yaitu olahraga. Meski berstatus sebagai dokter, Hilda sejak kecil sebenarnya lebih sering menggeluti olahraga. Bahkan, ketika usia sekolah dasar, Hilda sering mengikuti kompetisi antarsekolah. Mulai badminton, voli, sampai terakhir basket.

“Setiap mendampingi pemain latihan tidak pernah bosan karena saya suka olahraga. Meski sebenarnya dulu jujur saya tidak tahu soal sepak bola, apalagi di Indonesia,” ujarnya.

Ya, sebelum bergabung Borneo FC, Hilda memang awam dengan olahraga yang versi modernnya lahir di Inggris itu. Namun, rasa suka perlahan tumbuh ketika dia bergabung dengan skuad Pesut Etam.

Suasana nyaman di tim membuat Hilda pelan-pelan mempelajari sepak bola. Kini, dia pun sering terkagum-kagum ketika melihat aksi para pemain di lapangan.

“Saya mulai benar-benar suka sepak bola saat gabung di Borneo. Kalau melihat permainan pemain Borneo makin takjub, bagus banget,” kata dia.

Sebelum kompetisi berhenti setelah insiden seusai laga Arema FC melawan Persebaya pada 1 Oktober lalu di Stadion Kanjuruhan, Borneo FC memang tampil apik. Bahkan, saat ini mereka berada di posisi puncak klasemen sementara dengan raihan 7 kali kemenangan dalam 11 laga.

Hilda pun berharap Borneo FC bisa melanjutkan tren positif dan meraih gelar juara Liga 1. Dia ingin merasakan atmosfer menjadi juara meskipun bukan sebagai pemain atau pelatih, melainkan sebagai dokter tim.

“Target jangka pendek Borneo juara. Saya sebagai dokter pasti ikut bangga karena kemenangan pemain adalah kemenangan seluruh tim,” kata Hilda.

Selain itu, dia ingin mengambil spesialisasi. Kali ini juga tidak jauh-jauh dengan sepak bola.

“Saya ingin ambil spesialis rehab medis karena berhubungan kan dengan yang saya pelajari sekarang (sepak bola, Red). Dan ternyata menarik buat saya, kayak fisio, tapi versi dokternya,” tandasnya. (*/c7/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru