Sunday, 26 April, 2026

Anak 8 Tahun Terbakar di Dalam Ruangan, Nyawa Tak Tertolong

TARAKAN – Penyelidikan kebakaran salah satu rumah di RT 11 Kelurahan Kampung Empat, Tarakan Timur menewaskan anak berusia 8 tahun berinisial RZ.

Menurut informasi yang diterima kepolisian, kebakaran terjadi di salah satu gudang yang dijadikan kamar pada saat kejadian. Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi melalui Kanit Pidum Ipda Muhammad Farhan mengatakan, saat kebakaran para pekerja sedang beristirahat malam hari. Sekira pukul 00.00 Wita, Minggu (16/10) diketahui ada api besar dari arah gudang.

“Sebenarnya itu gudang, cuma malam itu gudang dipakai anak-anak tidur. Ada tiga anak yang tidur di dalam kamar itu, korban dan dua orang sepupunya yang menginap,” jelasnya, Minggu (16/10).

Api yang muncul seketika langsung membesar, seluruh penghuni gudang yang panik langsung keluar. Sementara korban masih di dalam ruangan yang terbakar. Orang tua korban sudah berada di luar gudang menyelamatkan diri. Orang tua korban mengira anaknya sudah keluar, karena kedua sepupunya sudah keluar semua.

“Sempat katanya ada teriakan minta tolong, cuma dikira tetangganya yang teriak, ternyata anaknya yang di dalam. Begitu padam, pemadam kebakaran masuk ternyata ada jenazah anaknya di dalam,” tegasnya.

Di dalam gudang tersebut, ada suami istri dan anaknya kemudian dua orang sepupunya. Pihaknya belum bisa memastikan, apakah salah satu sepupu korban yang pertama kali melihat api, karena masih trauma.

“Apalagi anak di bawah umur kan. Tidak bisa sembarangan kita periksa, harus ada pendampingan. Nanti beberapa hari ke depan baru bisa kami mintai keterangan terkait kejadiannya. Sambil melihat kondisi psikis anak-anak ini,” ujarnya.

Pasca kejadian kebakaran tersebut, Tim Inafis sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP sementara, penyidik menduga asal mula kebakaran dari korsleting listrik dari lampu yang berada di luar kamar.

Posisi gudang berada di antara bukit, saat terjadi hujan deras dugaan sementara air hujan yang turun merambat ke dinding triplek. Hingga mengakibatkan instalasi listrik basah. Sebagian besar bangunan juga terdiri dari triplek. Sehingga memudahkan api dengan cepat membesar dan menyebar menghabiskan seluruh ruangan.

“Tapi itu baru dugaan sementara, karena hasil olah TKP akan dianalisa kembali. Dari olah TKP ada lampu dan kabel yang diamankan. Kemudian ada bekas pipa yang hangus yang diperkirakan merupakan titik api,” ungkapnya.

Sementara ini dari keluarga korban belum ada yang membuat laporan polisi. Hanya pihaknya mengantisipasi dengan membuatkan laporan. Sedangkan police line yang terpasang sejak kejadian sudah dilepas pukul 08.00 Wita, setelah dilakukan olah TKP.

Berkaitan orang yang akan dimintai keterangan, melihat kondisi keluarga yang berduka. Pihaknya masih melangkahkan kasus kebakaran ini melalui hasil olah TKP.

Hanya saja, hingga kemarin, sudah ada salah seorang keluarga korban maupun saksi mata dan anggota kepolisian berada dilokasi kejadian dimintai keterangan sementara. Namun, penyidik belum mendalami pertanyaan lantaran melihat kondisi keluarga yang berduka.

“Tak etis lah kami terlalu banyak bertanya. Cuma dari keterangan tetangga sekitar dan anggota yang datang ke lokasi,” bebernya.

Sementara itu, Ketua RT 11 Kelurahan Kampung Empat Daryono mengakui, diberitahukan warga terkait kebakaran tersebut sekitar pukul 02.30 Wita. Sementara api di rumah korban sudah padam dan korban telah dibawa ke RSUD dr H Jusuf SK.

“Di rumah korban ada 5 orang. Posisi anaknya memang di kamar itu dan orang tuanya di kamar sebelah. Posisi anaknya juga sudah berteriak. Saat kejadian juga dibantu warga dengan alat seadanya. Korban juga sudah dimakamkan,” singkatnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru