Wednesday, 22 April, 2026

Laka Speedboat Renggut 1 Nyawa

TARAKAN – Kecelakaan speedboat antar mesin 40 PK yang terjadi sekira pukul 19.30 Wita pada Jumat, 14 Oktober lalu di perairan muara Selumit Pantai, merenggut satu nyawa motoris.

Speedboat yang bertabrakan yakni Mobile Legend yang berasal dari arah Juata, menabrak speedboat Gacor yang datang dari arah Selumit Pantai. Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Polair Iptu Jamzani mengatakan, awal kronologis kejadian speedboat Mobile Legend dari arah Juata dengan motoris berinisial FA melaju tak beraturan menuju muara Selumit Pantai. Akibatnya langsung menabrak speedboat Gacor dari arah Selumit Pantai.

Saat itu, speedboat Gacor hendak pulang dari menjual kepiting. Dalam speedboat Gacor ada 1 motoris dan 1 anak buah kapal (ABK). Sedangkan speedboat Mobile Legend terdiri dari 3 ABK dan 1 motoris.

“Posisinya speedboat yang dari Beringin itu jaraknya 5 meter dari kios. Sedangkan speedboat yang dari Juata melaju, terus melambung kemudian nabrak. Padahal motoris bisa belok, tapi terlalu jauh melambung,” jelasnya, Senin (17/10).

Saat terjadi tabrakan, motoris speedboat Mobile Legend langsung terlempar ke laut. Sementara speedboat Gacor terbalik dan mengarah ke kios. Bahkan speedboat Mobile Legend juga terseret, sehingga tersangkut di dekat kandang ayam milik warga setempat.

“Kami mendatangi TKP, mengamankan semua. Barang bukti speedboat Mobile Legend maupun Gacor,” tuturnya.

Pihak kepolisian telah memeriksa beberapa saksi, diantaranya ABK masing-masing speedboat serta warga sekitar yang melihat kejadian. Perwira balok dua ini menyebut, ada satu motoris dari speedboat Mobile Legend yang meninggal karena tenggelam. Sedangkan masing-masing ABK mengalami luka lebam pada pelipis dan leher.

“Kami periksa juga yang mengevakuasi korban. Pemeriksaan pembelian kepiting yang ada di Beringin, apakah benar speedboat Gacor berangkat dari sana. Saat itu tak ada gelombang, memang speedboatnya saja tak bisa dikendalikan,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia menegaskan, kecelakaan ini terjadi karena speedboat Mobile Legend terlalu laju. Sehingga melambung terlalu tinggi. Keadaan ini makin diperparah saat kejadian tak dilengkapi lampu penerangan di badan speedboat.

“Makanya kami mau tanyakan ke ahlinya. Bagaimana kalau mesin 40 PK ini jalan pada malam hari. Haruskah dilengkapi dengan penerangan,” imbuhnya.

Pihaknya tidak menampik kejadian laka speedboat ini sudah kerap kali terjadi. Lagi-lagi ABK maupun motoris tak mematuhi aturan, untuk menggunakan pelampung saat perjalanan. Melihat kejadian sebelumnya, kerap kali ia jumpai anak di bawah umur yang sudah mengemudikan speedboat tanpa dilengkapi pelampung.

“Beda kalau di darat lalu lintas ada pasalnya pelanggaran. Kalau di laut kan belum ada. Ke depan kita ada FGD untuk mengimbau hal-hal seperti ini, jadi unsurnya banyak ada KSOP dan BPTD. Kita tinggal periksa ahli dari KSOP. Untuk BPTD belum ada ahlinya,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru