TANJUNG SELOR – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai angka kematian ibu dan bayi di Indonesia terbilang masih tinggi. Tak terkecuali yang terjadi di Kabupaten Bulungan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan berupaya mengambil strategi untuk menekan terjadinya angka kematian pada ibu dan bayi tersebut. “Strategi kita dengan melibatkan semua unsur dengan konsep pentahelix. Di mana unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen.
“Strategi kita disebut dengan SI MAK INA GERAM, yang merupakan gerakan bersama peduli ibu dan anak,” ujar Kepala Dinkes Bulungan Imam Sujono, kemarin (25/10).
Pada tahun lalu, lanjut Imam, angka kematian bayi yang terjadi sebanyak 48 kasus. Di tahun ini per wilayah Puskemasi pada Juni lalu mencapai 32 kasus. Tingginya kematian ini disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang terjadi. Mulai dari fase sebelum hamil, yaitu kondisi wanita usia subur yang anemia, kurang energi kalori, obesitas, mempunyai penyakit penyerta seperti tuberculosis dan lain-lain.
Pada saat hamil ibu juga mengalami berbagai penyulit seperti hipertensi, perdarahan, anemia, diabetes, infeksi, penyakit jantung dan lain-lain. Dalam penerapan strategi SI MAK INA GERAM, semua pihak memiliki peran.
“Bahkan kita juga ada MoU dengan pengadilan negeri, perihal banyaknya terjadi pernikahan dini khususnya di desa,” ungkap Imam.
Untuk menekan dan memberikan edukasi kepada masyarakat, agar tak terjadi pernikahan dini. Dinkes memiliki kader P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi). “Harapan kita, semua berperan dalam mengatasi kematian ibu dan bayi angkanya tidak terlalu tinggi,” harapnya.
Dinkes pun bahkan menjalin kemitraan dengan dukun beranak. Mengingat, wilayah Bulungan ini masih ada yang masih sulit diakses. “Selama kita belum bisa menjangkau hunian masyarakat karena akses sulit. Maka bisa berdayakan dukun beranak, tapi tetap untuk persalinan bisa ditangani di Puskesmas. Karena sudah ada bidan dan alat kesehatan yang cukup memadai,” tuturnya. (kn-2)


