Tuesday, 21 April, 2026

Penyeberangan Ketapang dan Perairan Sekitar Bali Jelang Perhelatan G20

Di Pelabuhan Ketapang, tas bawaan calon penumpang harus melalui X-ray dulu dan aparat gabungan melakukan pengamanan tiga ring. TNI-AL juga menerapkan aturan jam malam di pelabuhan-pelabuhan Bali.

FREDI R.M.Banyuwangi

ADA tiga ring pengamanan yang dilakukan aparat gabungan di Pelabuhan Ketapang hari-hari ini. Mulai pintu masuk sampai perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali.

Maklum, Ketapang, Banyuwangi, adalah salah satu pintu masuk ke Bali yang pada Selasa dan Rabu (15-16/11) pekan depan bakal menjadi tuan rumah gawe besar: KTT G20.

Karena itu, sejak Operasi Puri Agung dihelat pada Selasa (8/11) lalu, menyeberang dari Ketapang serasa memasuki kawasan bandara.

Para calon penumpang kapal diperiksa dengan peralatan thermal scanner dan mesin X-ray untuk penumpang pejalan kaki. Semua juga harus memasukkan tas ke mesin X-ray sebelum masuk ke area pelabuhan.

Jika sudah dinyatakan aman, penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal feri ke Pelabuhan Gilimanuk yang berada di Pulau Bali.

Untuk memeriksa penumpang kapal yang mengendarai sepeda motor, aparat Polresta Banyuwangi dibantu Brimob Polda Jatim. Mulai mengecek bawaan sampai menanyakan kelengkapan vaksinasi. Penumpang yang belum mendapatkan tiga kali vaksinasi Covid-19 diminta ke klinik terdekat untuk melakukan tes PCR atau rapid test antigen sebelum melanjutkan perjalanan.

Di pintu masuk kendaraan roda empat, pengamanan lebih ketat. Petugas sekuriti pelabuhan bersama polisi, Brimob, dan TNI-AL mengecek isi kendaraan yang akan menyeberang ke Bali.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa yang diwakili perwira pengawas klaster Pelabuhan ASDP Ketapang Kompol Agung Setyo Budi mengatakan, kepolisian bersama TNI bertugas memastikan bahwa semua orang dan kendaraan yang melintas ke Bali tidak mengganggu proses KTT tersebut.

“Setiap hari, ada 42 personel gabungan yang bertugas dalam tiga sif untuk mengamankan Pelabuhan Ketapang,” kata Agung kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Personel pengamanan terdiri atas 25 anggota kepolisian, 3 polair, 4 Brimob, 3 TNI-AD, 2 TNI-AL, 1 polisi militer, dan 4 petugas sekuriti pelabuhan. Mereka dibagi dalam tiga ring pengamanan.

Ring 1 berada di area depan dan pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Ada yang bertugas memeriksa calon penumpang dan pengaturan lalu lintas.

Di ring 2, ada anggota intelijen dan reserse dibantu TNI yang mengamankan dan berjaga di area dalam pelabuhan. Pengamanan ring 3 melibatkan personel dari satpolair yang melakukan pengamanan di laut. “Kita bagi penjaga dalam tiga sif,” kata Agung yang juga menjabat Kabagops Polresta Banyuwangi.

Meski pemeriksaan dilakukan kepada para pengendara, prosesnya tidak mengganggu kenyamanan. Semua penumpang tetap bisa menyeberang seperti biasa asalkan tidak membawa barang berbahaya dan memiliki persyaratan perjalanan yang lengkap.

“Tidak ada yang berubah untuk yang lain. Kami hanya perketat pemeriksaan. Total ada 160-an personel gabungan yang bertugas di Pelabuhan Ketapang selama pengamanan G20 sampai 17 November nanti. Di dalamnya juga terdapat personel kepolisian dari penjinak bom dan antiteror yang bisa dimobilisasi sewaktu-waktu,” terangnya.

TNI-AL juga memperkuat pengamanan akses keluar masuk Bali. Utamanya di pelabuhan-pelabuhan yang berada di Pulau Dewata.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Denpasar Kolonel Mar I Dewa Nyoman Gede Rake Susilo memastikan, bahwa semua personel sudah berada di pos masing-masing. Sebagai komandan Sub Satuan Tugas Pengamanan Pelabuhan, dia menegaskan bahwa anak buahnya sudah disebar di beberapa titik.

“Siapa pun yang melintasi wilayah perairan akan diperiksa terlebih dahulu,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos.

Ketentuan itu berlaku untuk semua pihak. Termasuk para nelayan. Karena itu, dia mengingatkan seluruh nelayan tidak lupa membawa kartu identitas atau tanda pengenal.

“Karena akan dicek tim gabungan dari TNI-AL dan kepolisian,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memberlakukan jam malam. Mulai pukul 22.00 Wita tidak boleh ada aktivitas di area pelabuhan. Aturan tersebut, lanjut Nyoman, sudah disampaikan kepada semua pihak terkait.

Sesuai dengan rencana, Satuan Tugas Laut (Satgasla) akan memulai tugas pada 12–18 November. Panglima Komando Armada (Koarmada) II Laksamana Muda TNI T.S.N.B. Hutabarat akan memimpin satgas tersebut.

Secara keseluruhan, ada 16 KRI yang dikerahkan Angkatan Laut untuk melaksanakan tugas itu. Dari angka tersebut, 12 di antaranya kapal kombatan yang dipastikan siap tempur. Bukan hanya itu, mereka juga mengerahkan pasukan khusus: Kopaska Koarmada II.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan, pihaknya sudah melihat langsung kesiapan pasukannya. Baik ketika melakukan apel gelar pasukan di Surabaya maupun saat pelaksanaan tactical floor game (TFG) di Bali.

“Angkatan Laut mengerahkan 12 kapal kombatan. Itu yang khusus melaksanakan pengamanan langsung, tapi juga ada kapal bantu,” kata dia.

Karena itu, bila ditotal, jumlah kapal yang dikerahkan TNI-AL mencapai 16 KRI. Kapal bantu yang dimaksud Yudo seperti kapal bantu cair minyak untuk mendukung pasokan logistik kapal lain yang melaksanakan patroli.

Kemudian, ada kapal landing platform dock (LPD) berisi pasukan dan peralatan dari Korps Marinir. Selain itu, disertakan kapal bantu rumah sakit dan kapal berjenis landing ship tank (LST).

Sampai kemarin, Yudo memastikan bahwa pihaknya belum menerima informasi kedatangan kapal perang asing untuk turut serta dalam pengamanan pimpinan negara masing-masing. “Jadi, pengamanan murni dari kapal perang kita,” tegasnya.

Di Ketapang, untuk memaksimalkan pengawasan, lima CCTV yang langsung terkoneksi dengan Mabes Polri sudah terpasang. Lima CCTV itu terpasang di pintu masuk pelabuhan dan area dalam pelabuhan. “Semuanya dengan teknologi solar cell. Sebelumnya ada puluhan CCTV milik ASDP. Ini tambahan,” imbuh Agung.

Petugas juga mencatat jam-jam padat pelabuhan. Misalnya, aktivitas roda 4 pribadi dan beberapa logistik yang mulai ramai masuk pelabuhan sejak subuh hingga pukul 09.00 WITA.

Aktivitas logistik kembali ramai menjelang sore hingga tengah malam. “Logistik G20 kita pastikan bisa menyeberang dengan lancar. Sampai kemarin masih ada beberapa truk yang membawa logistik ke Bali,” katanya. (*/syn/aif/c19/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru