TANJUNG SELOR – Dengan melihat jumlah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2023 sebesar Rp 2,9 triliun, akan banyak target dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang perlu dicapai.
Hal itu dibuktikan dengan anggaran pendapatan ditetapkan sebesar Rp 791 miliar untuk PAD. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara Tomy Labo saat dikonfirmasi mengatakan, target PAD Rp 791 miliar di 2023. Di mana jika melihat angka, maka target pendapatan meningkat 24,84 persen dibanding PAD tahun ini sebesar Rp 594 miliar.
Banyak tugas yang harus dikerjakan setelah target pendapatan meningkat. “Untuk target PAD memang ada kenaikan. Baik dari pajak maupun retribusi. Demi mencapai target itu, dua jenis pendapatan yang dikelola Bapenda yakni pajak dan retribusi daerah harus ditingkatkan,” ujarnya, Senin (5/12).
Terdapat dua sektor pajak daerah yang menjadi fokus Bapenda. Yakni dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Sebab banyak masyarakat yang melakukan pembelian kendaraan dan balik nama kendaraan.
Hal itu sangat berpengaruh pada pajak daerah. Saat ini, dari program PKB dan BBNKB menjadi sumber pendapatan yang ckup mendongkrak PAD. Bahkan, Bapenda sudah punya data untuk plat luar yang kini sudah balik nama menjadi plat KU.
Selain itu, pendapatan dari pajak rokok juga dinaikan. Untuk sektor Pajak Air Permukaan (PAP), Tomy mengaku, masih menemukan sejumlah ganjalan. Mengingat potensi peningkatan pajak dari sektor ini, masih terganjal pada regulasi yang menjadi dasar objek pemungutan pajak.
“Air permukaan kita ini kan masih didominasi PDAM di kabupaten kota. Kami ingin yang menjadi pajak adalah air, yang tersedot. Tetapi dari PDAM ingin air yang terjual ke pelanggan. Jadi ini kami harus kerja keras lagi,” tuturnya. (kn-2)


