TARAKAN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Tengkayu I Tarakan mulai mengatur para pedagang, yang biasa berjualan di area dalam dermaga, sejak pekan lalu.
Sebelumnya pedagang menjajakan dagangannya di lantai. Namun, saat ini sudah tersusun rapi di bagian tengah dalam dermaga dan diatur dalam etalase kaca. Kepala UPT Pelabuhan Tengkayu I Tarakan Muhammad Roswan mengatakan, pasca Covid-19 mulai mereda dan aktivitas perekonomian membaik, aktivitas penumpang juga meningkat. Kebutuhan inilah yang kemudian memunculkan kembali para pedagang di sekitar dermaga.
“Sejak setelah Covid-19 kan ramai di pelabuhan. Dulu kan tidak. Ekonomi sekarang sudah mulai bergerak, kami pun tidak bisa langsung membersihkan pedagang,” tuturnya, Senin (5/12).
Penertiban dengan melarang aktivitas jual beli barang dagangan, seperti camilan ini sebelumnya sudah pernah dilakukan. Namun, para pedagang masih tetap kembali lagi. Hingga akhirnya diambil kebijakan, untuk mengatur konsep yang baik. Agar tidak terlihat berantakan.
“Pelabuhan ini kan setengah jadi sebenarnya. Terminalnya masih tanah kosong. Sementara dermaga ini nyaman karena ada atap. Mungkin kalau tidak ada atap, tidak ada juga yang berjualan,” tuturnya.
Setelah berdiskusi, lapakan dagangan dianggap kurang higienis. Namun, dagangan ini membantu juga penumpang. Terutama penumpang transit. Para pedagang kemudian diizinkan tetap berjualan. Dengan catatan harus menggunakan etalase kaca.
Hanya saja karena pembuatan etalase menggunakan dana pribadi pedagang, malah jadi tidak seragam. Padahal etalase yang harusnya digunakan sudah diberikan gambar dari pihak UPT. Namun ternyata etalase yang sudah jadi, tidak seragam lantaran pembuatan tidak dilakukan bersama-sama.
“Sebenarnya kalau kami punya uang, ngaturnya pasti di shelter yang panjang itu. Akhirnya sementara tetap di dalam dermaga. Tetapi agak teratur dengan adanya etalase. Mungkin pedagangnya cari yang murah, saya pun tidak kontrol secara teknis,” jelasnya.
Para pedagang juga diatur berada di area tengah. Dengan pertimbangan agar barang dagangan tidak berhambur. Sementara para pedagang pun tidak boleh bertambah. Sejauh ini ada 13 pedagang yang sudah terdata sejak dulu.
Seharusnya, Pelabuhan Tengkayu I nantinya akan dibangun dua lantai dengan terminal dibawah dan penjualan tiket. Sedangkan lantai dua difokuskan untuk ruang tunggu dan tempat berjualan.
“Sebenarnya kami berharap ada pengerasan tanah. Supaya bisa digunakan untuk tempat parkir juga dan bisa teratur,” harapnya. (kn-2)


