Sunday, 21 June, 2026

Diduga Meninggal Dunia Sejak 3 Hari

TARAKAN – Warga 6 Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Barat, digegerkan dengan ditemukannya Ajis Baharuddin sudah tak bernyawa di rumahnya, sekira pukul 07.00 Wita, Selasa (6/12) lalu.

Pria berusia 43 tahun itu, pertama kali ditemukan pekerja semenisasi yang mengerjakan proyek jalan di sebelah rumah korban. Ketua RT 6 Kelurahan Karang Rejo, Ridwan mengatakan di samping rumah korban kebetulan sedang mengerjakan pekerjaan semenisasi. Pekerja sempat mencium bau tidak sedap selama dua hari, namun dikira bangkai tikus.

“Sekalinya pas kerjakan semenisasi, kan kamar pak Ajis dipinggir jalan. Lagi mereka kerjakan jalan, ada lalat hijau besar keluar dari jendela. Kebetulan jendela kamarnya juga nako, jadi bisa diintip. Pas mereka lihat, orang di dalam sudah bengkak dan membusuk,” jelasnya, Rabu (7/12).

Pekerja kemudian menghubungi tetangga korban dan dari tetangga menghubungi Ketua RT, kepolisian dan Babinkamtibmas Karang Rejo. Setelah polisi datang, pintu yang terkunci dari dalam langsung dibuka paksa. Korban ditemukan dalam posisi telentang di kamarnya.

“Korban ini memang setahu kami tinggal sendiri di rumahnya. Rumah itu juga sebenarnya punya orangtuanya. Tapi mereka tinggal waktu neneknya masih ada. Sampai orangtuanya meninggal, sempat mereka tinggal bersaudara disitu. Tapi sudah nikah semua jadi tinggal beliau sendiri di rumahnya,” ungkapnya.

Saudara korban tidak ada yang tinggal berdekatan. Ada di luar kota dan di Tarakan tinggal di Kelurahan Kampung Empat. Sedangkan korban sendiri diketahui belum pernah menikah. Namun hubungan dengan tetangga selalu baik dan kerap mengobrol.

Keseharian korban pun biasanya hanya di rumah atau ke Masjid untuk salat. Sedangkan pekerjaan, menurut tetangganya hanya serabutan dan hanya membantu orang mengeruk pasir yang ada di samping Masjid Darul Faizin, Jalan Mulawarman untuk dijual kembali.

“Kalau makan biasanya dibantu tetangga. Kadang ada juga anak-anak di depan Setia Budi kasih kue atau uang Rp 10 ribu buat bantu makan,” bebernya.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan kakinya sakit ke tetangga yang ada di belakang rumahnya. Namun, korban tidak menyebutkan penyakit lain yang dideritanya. Memang korban sudah jarang terlihat sejak beberapa pekan terakhir, sejak mengeluhkan sakit.

“Ketemu tetangga selalu ngomong, kakinya sakit. Ini katanya memang sudah semingguan tidak kelihatan, sekalinya ternyata meninggal dunia,” imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi melalui Kanit Pidum Ipda Muhammad Farhan saat dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan hasil analisis sementara. Korban diduga telah meninggal dunia sejak 3 hari sebelum ditemukan.

“Kami masih dalam penyelidikan. Tapi, kalau dari dilihat dari hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

Ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia, sempat beredar di media sosial, dalam bentuk foto dan video. Tampak dalam video, kondisi korban sudah mulai membusuk dan banyak ulat di sekitar tubuhnya.

“Memang kondisinya sudah bengkak dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Tetangga lapor ke Babinkamtibmas, diteruskan ke kami dan langsung mengevakuasi korban,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru