Friday, 19 June, 2026

Tarakan Penumpang Naik 2 Kali Lipat, Di Bulungan Tak Terjadi Lonjakan

TARAKAN – Lonjakan penumpang di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan selama Natal tahun ini mengalami kenaikan drastic, dibanding tahun 2021 lalu.

Tercatat, pada 22 Desember lalu sebanyak 2.530 penumpang yang paling banyak tiba di Tarakan. Sementara di tahun 2021 lalu, penumpang yang tiba pada 22 Desember hanya 1.266 penumpang.

“Kalau dari data yang tiba di tanggal 22 Desember 2022 ada 2.530 penumpang. Kalau berangkat justru paling banyak di 19 Desember, mencapai 2.249 penumpang. Tapi pasca Natal ini normal, tidak ada yang terlalu signifikan. Mungkin menjelang Tahun Baru diprediksi akan meningkat lagi,” terang Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pelabuhan Tengkayu I Saraswati Ayu Widya, Senin (26/12).

Lonjakan penumpang yang tiba tercatat terbanyak kedua, yang mencapai 2.134 penumpang pada 23 Desember. Dibanding tahun lalu penumpang hanya mencapai 1.515 orang. Pada keberangkatan penumpang di tahun 2021 tercatat 1.678 penumpang dan 2022 sebanyak 2.009 penumpang pada 22 Desember.

“Sementara tercatat sebanyak 1.610 penumpang yang tiba, dibandingkan 2021 yang hanya 1.179 orang. Untuk keberangkatan, pada momen Natal di tahun 2022 sebanyak 1.711 penumpang dan hanya 1.092 orang pada tahun lalu,” sebutnya.

Pihaknya mencatat, hingga 25 Desember 2022 jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan ada 14.446 penumpang. Sedangkan untuk keberangkatan 14.082 penumpang.

Ia menegaskan, jumlah penumpang yang memanfaatkan jalur laut ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2021. Menurutnya, hal ini dikarenakan pelonggaran perjalanan pasca turunnya kasus Covid 19. “Kalau untuk armada rata-rata kita siapkan 47 sampai 55 armada. Kalau penambahan armada kami memang tak ada,” ungkapnya.

Armada yang disiapkan sangat cukup, untuk melayani kebutuhan masyarakat di Kaltara. Adapun paling banyak tujuan keberangkatan ke Tanjung Selor. Menurutnya, sejak 19-25 Desember banyak kegiatan yang berjalan di wilayah Tanjung Selor dan adanya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) I Kaltara.

Ia mengakui, terdapat kesulitan seperti kurangnya personel yang dimiliki. Namun pihaknya terbantu dengan adanya Posko Terpadu yang didirikan di Pelabuhan Tengkayu I.

“Fokus kami ya supaya masyarakat yang menggunakan speedboat tetap mematuhi proses dan tidak melebihi muatan. Makanya setiap apel kami imbau dan minta bantuan ke posko, untuk mengawasi beban muatan di speedboat,” jelasnya.

Tak hanya muatan di dalam speedboat, pihaknya juga menekankan alat keselamatan seperti life jacket maupun alat pemadam kebakaran ringan (Apar). Ayu menegaskan pihaknya bekerjasama dengan BPTD melakukan pengecekan, untuk seluruh armada di Pelabuhan Tengkayu I.

“Pada 19 Desember itu kita lakukan ramp check. Kalau petugas kami selama Operasi Lilin itu ada 5 orang setiap shift. Pagi 5 orang dan siang juga 5 orang,” tuturnya.

Arus penumpang terlihat normal, malah terjadi di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. Pasca perayaan Natal, berdasarkan pantauan Harian Rakyat Kaltara, tidak ada lonjakan penumpang per 26 Desember 2022.

Penumpang yang berangkat menggunakan speedboat dari Tanjung Selor menuju Tarakan dan sebaliknya, masih terlihat normal. Namun, sehari sebelumnya, speedboat reguler yang masih menjadi andalan masyarakat sempat penuh. Hal itu diungkapkan Fendi salah seorang penumpang yang ingin ke Tarakan, kemarin (26/12). Dia bersama keluarganya kehabisan tiket sebelum Natal.

“Kami sebenarnya merayakan Natal di Tarakan. Namun speedboat reguler penuh sampai hari H. Jadi kami memutuskan untuk kembali ke Tarakan hari ini (kemarin, Red),” ucapnya.

Meskipun ada speedboat non reguler, namun Fendi bersama keluarga lebih memilih speedboat reguler dengan alasan keselamatan. Sementara itu, salah satu pengusaha speedboat reguler Limex Group Mahmuddin mengaku, jika penumpang speedboat justru tidak ramai usai Natalan.

Bahkan berdasarkan catatannya, penumpang yang akan berangkat ke Tarakan dari Tanjung Selor tidak penuh. “Hanya terisi 12-16 orang saja. Tidak sampai penuh speedboat. Justru penuh yang dari Tarakan ke Tanjung Selor,” kata dia.

Dibandingkan tahun lalu, tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Meski sedikit meningkat. Akan tetapi, pihaknya tidak menambah unit speedboat dikarenakan yang ada saat ini sudah cukup membackup perjalanan penumpang. Terlebih lagi, lonjakan penumpang tidak terlihat dan masih dalam batas normal.

“Unit speedboat kita ada empat dan itu cukup saja. Tidak ada penambahan. Apalagi kalau saya melihat normal saja. Yang berbeda itu tahun lalu, karena masih Covid-19. Tahun ini sudah mulai membaik,” ungkapnya.

Berdasarkan data jumlah penumpang, yang tiba di Tanjung Selor pada 25 Desember 2022 sebanyak 838 orang dan berangkat 737 orang. Sementara pada 25 Desember 2021 lalu, penumpang tiba sebanyak 562 orang dan berangkat 575 orang. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru