Thursday, 18 June, 2026

Figur Ketua Harus Direstui Gubernur

TARAKAN – Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara yang direncanakan pada Februari diundur hingga Maret mendatang.

“Salah satu alasan mundurnya Musorprov, kami masih fokus menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (LPj) KONI Kaltara. Kami target di Maret. Itu pun belum final karena masih dirancangkan waktunya dan mengikuti waktu Gubernur. Karena akan kami undang,” terangn Ketua KONI Kaltara Muhammad Nasir, Senin (16/1) lalu.

Saat ini, pihaknya sudah membentuk tim penjaringan, Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) Musorprov KONI Kaltara. Dalam waktu dekat ini, akan menggelar rapat pleno untuk membahas persiapan Musorprov. Salah satu pembahasan di rapat pleno terkait tahapan Musorprov, yang akan dilakukan oleh tim penjaringan.

“Siapa saja yang memenuhi persyaratan untuk mencalonkan, agar bisa ikut berkompetisi. Silakan mendaftar dan ikuti aturan yang ada. Asal tidak melanggar AD/ART dan tidak menabrak rambu-rambu pencalonan sebagai Ketua KONI,” tegasnya.

Disinggung calon Ketua KONI yang harus direstui oleh Gubernur, Nasir sependapat dengan hal tersebut. Bahkan apabila dirinya mendapatkan dukungan dari cabor untuk mencalonkan lagi sebagai Ketua KONI. Maka ia juga harus memastikan adanya dukungan dan restu dari Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang.

“Nanti unsur pimpinan KONI akan menghadap Gubernur untuk menyampaikan hasil kerja tim penjaringan, OC dan SC. Apabila ada beberapa nama calon yang mendaftarkan, silakan siapa yang direstui,” ungkapnya.

Menurutnya, figur Ketua KONI harus sejalan dengan visi dan misi Pemprov Kaltara dalam memajukan prestasi olahraga. Ia tak menampik apabila restu dan dukungan untuk maju kembali sebagai Ketua KONi. Nasir mengakui siap maju kembali menduduki kursi Ketua KONI Kaltara.

“Apapun perintah dari pak Gubernur maka kami harus siap. Karena kami tidak tahu dan tergantung penilaian beliau. Siapa pun yang maju, harus direstui Gubernur. Agar ke depannya tidak sulit dalam pengusulan anggaran dan sejalan dengan Pemprov,” tuturnya.

Hal yang sama diungkapkan Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltara, Steve Singgih Wibowo. Pihaknya sangat mendukung figur Ketua KONI yang akan direstui oleh Gubernur Kaltara. “Siapa yang direstui oleh Gubernur pasti akan mempengaruhi pembinaan cabor, apalagi terkait dukungan anggaran,” katanya.

Steve menginginkan, keberadaan KONI di provinsi lain yang tidak mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov, tidak akan terjadi di KONI Kaltara. Ia juga meyakini Gubernur Kaltara sudah merestui calon Ketua KONI yang berkompeten.

“Dengan kondisi pejabat publik pun boleh dipilih, sekarang tergantung Gubernur,” imbuhnya.

Menurutnya, KONI harus mendapat dukungan pemerintah. Karena imbasnya akan dirasakan cabor. Apalagi tahun ini semua cabor akan mengikuti penyelenggaraan kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Sehingga cabor butuh dukungan anggaran, untuk bisa ikut dan meloloskan atlet ke PON XXI di Medan 2024 mendatang.

Disinggung kinerja Ketua KONI Kaltara Muhammad Nasir saat ini, Steve menilai merupakan figur yang ideal. Sehingga tak dipungkiri Muhammad Nasir merupakan kandidat terkuat untuk menduduki kembali kursi Ketua KONI Kaltara. “Kedekatan beliau juga bagus (dengan Gubernur Kaltara),” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru