TANJUNG SELOR – PT Pesona Khatulistiwa Nusantata (PKN) menggandeng Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltara untuk pelaksanaan Fokus Discussion Group (FGD), pada Rabu (31/1) lalu, di Balai Adat Desa Klubir.
Gelaran FGD membahas potensi seni dan kebudayaan yang ada di desa tersebut. “Setelah berdiskusi dengan kalangan tokoh adat Dayak Kayan, pihak desa dan Dinas Pariwisata Bulungan serta PT PKN. Maka sudah terpetakan sejumlah potensi yang bisa dikembangkan di Desa Kelubir,” terang Ketua DKD Kaltara M Dicky Umacina.
Rencananya, hasil dari FGD akan dirancang dalam bentuk program jangka panjang. Mulai dari pelatihan seni dan budaya, hingga pengelolaan industri kreatif berbasis budaya.
“Jika dilihat dari apa yang dipaparkan masyarakat desa, ternyata begitu banyak yang bisa kita kembangkan ke depan. Tak hanya bicara soal membangun industri seni pertunjukan berbasis budaya. Tapi bagaimana menciptakan industri kreatif dari kearifan lokal,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua Adat Kayan Desa Kelubir Heng Anye turut mendukung langkah pengembangan seni dan budaya. Diharapkan, dengan adanya kolaborasi DKD, PT PKN, pemerintah dan masyarakat, kendala perihal kurangnya alat musik, fasilitas hingga SDM dapat teratasi.
“Harapan kita dari pariwisata dan kesenian, memperhatikan soal alat yang diperlukan dalam kegiatan kita. Ada perhatian dan memberikan masukan kepada kami. Kalau tidak ada pendampingan, mungkin selalu kami lupa. Untuk itu, mohon dukungan pariwisata dan dewan kesenian,” pesannya.
Adapun dari hasil diskusi, setidaknya ada sejumlah poin yang menjadi atensi bersama. Di antaranya, terkait sejarah Kayan di Kelubir, yang bisa dijadikan tulisan atau buku. Lalu ada potensi pengembangan makanan khas tradisional, kerajinan tangan, tari-tarian, musik tradisional hingga seni ukir.
“Untuk itu kita lakukan pemetaan potensi. Kemudian inputnya masuk dalam proses. Misalnya, bagaimana peralatan musiknya, pelatihannya, sehingga perlu dibentuk kelompok,” terang Comdev PT PKN Ardi A Kaudis.
Kemudian, lanjut dia, untuk outputnya dapat diadakan sebuah pertunjukan dengan memanfaatkan sejumlah momen di desa. Dalam pertunjukan itu, selain menampilkan seni pertunjukan, bisa memamerkan seni hasil kerajinan tangan.
“Sehingga ada dampak. Yaitu jumlah pendapatan masyarakat bisa bertambah. Karena contoh makanan, kerajinan tangan punya nilai jual. Di samping itu, jadi objek wisata, dan orang lebih tertarik datang berkunjung,” harapnya. (kn-2)


