TANJUNG SELOR – Pelaksanaan Computer Assisted Competency Test (CACT) dalam program pemetaan Aparatur Sipil Negara (ASN), mendapatkan perhatian Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Bahkan, pelaksanaan tersebut pun ditinjau langsung Kepala Kantor Regional (Kakanreg) VIII BKN) A Darmuji. Dia mengatakan, mendukung penggunaan fasilitas laboratorium yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pada pelaksanaan Penilaian Potensi dan CACT.
Apalagi, laboratorium tersebut telah digunakan untuk pelaksanaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) beberapa bulan lalu. “Potensi dan kompetensi yang dilakukan secara virtual CACT langsung dari komputer selama 4 setengah jam, akan diolah dan memetakan seseorang kompetensi dan keahlian di bidang apa yang sesuai,” ujarnya, Jumat (8/12).
Kriteria yang dibutuhkan ASN, yakni memiliki disiplin dan kinerja yang tinggi. Sehingga membangun seluruh ASN, agar bisa ditempatkan sesuai dengan kompetensi. Harapannya, Kaltara dalam visi misinya akan didukung oleh ASN yang berkualitas, dan sudah sesuai aturan.
“Sebanyak 1.734 ASN ini dinilai dan dievaluasi sesuai kompetensi dan potensi yang dimiliki. Kami akan terus mendorong hal ini, agar ASN bisa bersaing dan membangun pelayanan di daerah,” harapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Andi Amriampa mengungkapkan, pelaksanaan ujian berjalan lancar. Ia berharap melalui agenda ini dapat memetakan ASN sesuai potensi dan kompetensi.
Menurutnya, penilaian potensi dan kompetensi dengan CACT BKN merupakan hasil dari implementasi sistem merit. “Pemerintah Pusat telah mencanangkan manajemen ASN berbasis sistem merit, dengan mengedepankan manajemen talenta sebagai kegiatan prioritas,” jelasnya.
Ia menjelaskan, sistem merit merupakan sebuah pemerintahan yang dikelola oleh orang-orang yang diseleksi berbasis pada kemampuan atau kecakapan yang dimilikinya.
“Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melaksanakan sistem merit di instansi pemerintah, sejalan dengan perkembangan manajemen SDM,” terangnya. (kn-2)


