TANJUNG SELOR – Untuk meningkatkan perekonomian daerah, UMKM perlu didukung pola kemitraan dengan BUMN, BUMD maupun perusahaan swasta.
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si menyampaikan hal tersebut, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan di Ruang Tenguyun Lantai II Kantor Bupati pada Senin (4/9).
Bupati didampingi Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala, SE, M.Si dan Sekretaris Kabupaten Risdianto, S.Pi, M.Si mengapresiasi atas dilaksanakannya FGD, untuk meningkatkan iklim investasi, promosi maupun perizinan berusaha.
“Ini upaya kita meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM. Sekaligus merupakan salah satu solusi, untuk mengatasi kesenjangan antara UMKM dengan usaha besar di Bulungan,” ujar Bupati.
Syarwani menjelaskan, adanya pola kemitraan UMKM dimaksudkan untuk mendorong UMKM. Agar lebih cepat dalam pengembangan usahanya. Oleh sebab itu, UMKM perlu memahami pola–pola kemitraan yang akan dijalankan. Serta ketentuan persyaratan yang harus dipersiapkan. Sehingga tujuan dari kemitraan dapat terwujud sesuai dengan harapan.
“Sebagai tindak lanjut dari kegiatan, saya berharap dapat memberikan berbagai kemudahan dan fasilitas kepada pelaku UMKM. Khususnya dalam memasarkan produknya,” harap Bupati.
Bupati menilai, UMKM perlu terus mengembangkan berbagai pola kemitraan. Seperti inti plasma, perdagangan umum, sub kontrak, waralaba serta keagenan.
“Saya meminta dukungan dari semua pihak, BUMN, BUMD, perusahaan swasta dan segenap mitra strategis lainnya. Untuk dapat mewujudkan pola kemitraan dengan UMKM ini ke depannya,” pesan Bupati. (adv/kn-2)


