Siapa sangka, video tugas uji kinerja buatan Retno Mundi Pertiwi mengantarkannya bertemu Presiden Joko Widodo. Mahasiswa program pendidikan profesi guru dalam jabatan (PPG daljab) Universitas Negeri Surabaya itu berhasil menjadi juara pertama, mengalahkan kiriman 99.000 video dari guru seluruh Indonesia.
RETNO DYAH AGUSTINA, Surabaya
VIDEO berdurasi 30 menit 18 detik yang diunggah Retno di YouTube sudah dilihat lebih dari 1.600 kali. Video itu berjudul Aktivitas Daya Tahan Jantung dan Paru untuk Pengembangan Kebugaran Jasmani. Berbeda dengan video-video unggahan Retno lainnya yang hanya ditonton puluhan hingga 200 kali.
Video tersebut menggambarkan tahapan Retno mengajar mata pelajaran olahraga di SDN Pakis VIII. Mulai menyapa, berdoa, menyanyikan lagu daerah, hingga menyampaikan materi.
“Ini sebenarnya video tugas uji kinerja saja. Jadi, biar tahu, saya kalau ngajar seperti apa sih,” tuturnya.
Via video, Retno seakan diuji berinovasi dalam mengajar. Agar tidak membosankan, Retno memang harus rajin mencari referensi. Teman sesama guru menjadi teman diskusi sehari-hari.
“Saya harus memahami kebutuhan peserta didik seperti apa supaya mereka senang dan nggak bosan saat materi PJOK,” ungkapnya.
Topik daya tahan jantung dan paru dipilih Retno untuk mengetahui kebugaran para murid. Kegiatan circuit training dianggap sebagai kegiatan yang paling tepat untuk melihat kebugaran anak-anak.
“Model itu juga jarang dilakukan sama guru-guru lain. Makanya, saya penasaran ingin coba,” imbuh perempuan 28 tahun itu.
Dalam video tersebut, tergambar siswa-siswi aktif bergerak menyelesaikan rintangan. Misalnya, berlari jarak pendek, zig-zag, dan melompati rintangan.
“Sebelum kegiatan, mereka diberi materi tulis lewat soal. Kita juga belajar mengecek denyut nadi,” tuturnya.
Pembuatan video sebenarnya tidak sulit. Retno mengaku hanya butuh waktu satu hari untuk menyelesaikan video tersebut. Mulai pengambilan video hingga penyuntingan.
“Tapi, bikin konsepnya yang butuh waktu lebih karena biar beda juga dibandingkan yang lain,” ujar perempuan asli Surabaya itu.
Konsep pembelajaran yang divideokan memang tidak bisa asal-asalan. Dia harus mengombinasikan kemampuan pedagogis dengan kreativitas video making. Saat dikompetisikan, Retno tak berharap banyak. Sebab, ada 99.000 video pembelajaran dari seluruh Indonesia. Dia mulai semangat saat diberi tahu lolos ke seleksi tahap II. “Nah, itu ada sekitar 25 orang. Diminta ke Jakarta buat wawancara,” tuturnya.
Retno tak menyangka video buatannya dilirik banyak pihak. “Setelah 25 orang itu, ternyata dipanggil lagi karena masih 5 besar,” kenangnya.
Retno dan beberapa kawan mahasiswa PPG Unesa berangkat dalam kompetisi PPG Nasional yang diselenggarakan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek.
Penilaian video ternyata menitikberatkan pada materi dan media video pembelajaran. Materi pembelajaran circuit training cukup menonjol dalam video. Selain itu, pendalaman materi dilakukan dengan menggali pengetahuan siswa.
“Tanya jawab dulu. Gali apa yang mereka ketahui, apresiasi, kemudian kita sampaikan materi yang kita miliki,” terangnya.
Berkat video itu pula, Retno berhasil bertemu bahkan berjabat tangan dengan Presiden Joko Widodo. “Alhamdulillah, tidak menyangka bisa ketemu presiden. Bahkan, saya nggak bisa berkata-kata waktu di panggung dan bersalaman. Hadiah untuk saya dari Allah SWT,” ucapnya.
Keberhasilan itu membuat Retno makin semangat mengajar. Menurut dia, inovasi pembelajaran bisa terus digali. Apresiasi serupa di Hari Guru Nasional beberapa waktu lalu itu berhasil memantik motivasinya sebagai guru muda. (*/c7/ai/jpg)


