Friday, 3 April, 2026

CJH Kaltara Terbagi 2 Kloter

TANJUNG SELOR – Keberangkatan Calon Jamaah Haji (CIH) Kaltara menuju Tanah Suci dibagi dua kloter. Direncanakan jadwal keberangkatan pada 30 Mei dan 1 Juni mendatang.

Kuota haji untuk Kaltara tahun ini sebanyak 416 orang. Dari kuota tersebut, Kota Tarakan mendapat paling banyak dengan 148 jamaah. Menyusul Kabupaten Nunukan 115 jamaah, Bulungan 85 jamaah, Malinau 50 jamaah dan Tana Tidung 15 jamaah. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara Saifi mengatakan, waktu untuk pemberangkatan tinggal beberapa hari.

Jika diestimasi, persiapan sudah harus rampung kurang dari dua pekan. CJH Kaltara terbagi dalam dua kloter, yakni kloter 4 dan 5. Untuk kloter 4 diisi penuh oleh CJH Kaltara, sedangkan kloter 5 tergabung bersama CJH asal Kaltim.

“Jamaah haji yang tergabung dalam kloter 4, dijadwlkan berangkat pada 31 Mei dari Embarkasi Balikpapan. Lalu, kloter 5 berangkat keesokan harinya atau 1 Juni,” jelasnya, Senin (22/5).

Demi kenyamanan CJH Kaltara, peran Pemerintah Daerah (Pemda) sangat vital dalam proses persiapan pemberangkatan hingga pemulangan. Pemerintah menjamin penyelenggaraan ibadah haji harus berjalan baik. Pelayanan yang diberikan hingga proses pengorganisasian, perlu mendapat perhatian.

“Undang-undang juga mengamanatkan kepada pemerintah daerah, untuk memberikan pelayanan kepada CJH. Mulai dari daerah masing-masing hingga pelepasan menuju embarkasi,” tuturnya.

Seperti keamanan, akomodasi, transportasi dan apa saja bentuk layanan di daerah, diamanatkan kepada pemerintah daerah. Beban anggarannya pada APBD. Kontribusi pemda selama ini turut membantu CJH. Peran ini juga dapat menekan biaya yang dikeluarkan CJH.

“Dari sisi keamanan, transportasi, termasuk memantau kesehatan CJH ada peran pemerintah daerah. Sehingga jamaah kita bugar, tidak kecapean, dan tidak terlalu repot,” harapnya.

Ada juga sejumlah potensi yang kerap menimpa CJH. Seperti yang sudah lanjut usia (lansia) secara fisik dan kesehatan tidak sekuat jamaah lainnya. Apalagi tahun ini banyak CJH lansia. Pengalaman haji sebelumnya, ada beberapa rukun yang butuh kondisi prima, namun CJH lansia tidak sanggup. Sehingga yang bersangkutan meminta bantuan mendorong kursi roda kepada petugas haji.

“Misal kalau untuk membantu CJH, ada jasa warga negara kita yang mahasiswa di sana. Nanti itu yang dibayar oleh CJH. Tapi ini harus dikomunikasikan sejak di Tanah Air dengan jamaah haji yang rentan, termasuk lansia,” ujarnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru