Friday, 3 April, 2026

Distribusi BBM Jenis Solar di Bulungan, Diklaim Melebihi Kuota

TANJUNG SELOR – Antrean kendaraan roda empat yang mengular di pengisian SPBU Jalan Sengkawit, khususnya BBM jenis Solar, sangat dikeluhkan pengguna jalan lainnya. Mengingat, kendaraan yang antre hingga memakan separo badan jalan.

Antrean panjang di SPBU yang masih terjadi diakibatkan ketersediaan BBM belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Jika pasokan BBM jenis Solar ke Bulungan mencukupi, maka antrean panjang tidak mungkin sering terjadi.

Persoalan saat ini bukan masalah BBM subsidi maupun non subsidi. Tetapi, ketersediaan yang memang masih terbatas. Apalagi selama ini daerah masih bergantung dari pasokan Pertamina.

Area Manager Communication & CSR Regional Kalimantan Susanto August Satria mengatakan, penetapan kuota BBM merupakan kewenangan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Pasalnya pihak Pertamina hanya bertindak selalu operator. Kuota BBM jenis Solar yang didistribusikan ke Bulungan, jumlahnya 4.936  kiloliter (KL). Hingga saat ini telah terealisasi sebanyak 5.774 KL.

“Jadi data dari kami, distribusi BBM jenis Solar ke Bulungan saat ini sudah over kuota. Jumlahnya sebesar 16,99 persen,” ungkapnya.

Untuk BBM jenis Pertalite masih menunggu surat keputusan (SK) dari pemerintah soal kuota. Hingga saat ini, Pertalite pun sudah berlebihan 8,3 persen. Produk BBM selain yang subsidi tidak ada kuota. Karena disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Saat ini ketersediaan BBM subsidi sudah mencukupi. Yang perlu diantisipasi, kendaraan yang mengantre itu semuanya yang berhak membeli atau tidak,” tegasnya.

Dia menyarankan, perlu adanya pengawasan intensif dari pemerintah daerah maupun dari aparat penegak hukum. Diberitakan sebelumnya, Pengawas SPBU Jalan Sengkawit Tanjung Selor Jemy menanggapi, antrean panjang kendaraan selama berhari-hari. Untuk pengisian BBM tetap dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Meskipun secara kuota, BBM jenis Solar yang masuk di SPBU mengalami penurunan setiap tahun. “Kuota solar yang masuk SPBU Tanjung Selor berkurang. Saya belum bisa jelaskan secara rinci, yang jelas berkurang dari tahun lalu,” ujarnya.

Dia menambahkan, pengisian BBM jenis Solar diklaim karena lambat pengiriman dan kendala dalam perjalanan. Dikarenakan akses jalan darat masih ditemukan jalan rusak. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru