TANJUNG SELOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara telah menurunkan tim ke Malinau. Menyikapi aspirasi masyarakat yang mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, pada 19 Juli lalu.
Masyarakat Malinau mendatangi DPRD Kaltara, untuk menyampaikan beberapa keluhan. Salah satunya terkait pencemaran sungai akibat aktivitas perusahaan. Sebelumnya, DPRD Kaltara bersama stakeholder terkait mendatangi Kabupaten Malinau untuk melihat langsung kondisi sungai termasuk jalan di Malinau.
Kepala DLH Kaltara Hamsi mengakui, telah menurunkan tim untuk melakukan pengujian sampel air sungai. Termasuk baku mutu air dengan melihat hasil kadar PH air. Meski tidak ikut mengecek langsung, Hamsi meyakini timnya telah melaksanakan tugas dengan baik.
“DLH Kaltara ada mekanisme, seperti pengaduan. Kita sediakan dan bisa datang ke DLH. Tak ada pengaduan yang masuk tahun ini. Pengaduan terkait pencemaran, harus diadukan dulu dan diturunkan tim. Karena DLH merupakan dinas teknis,” terangnya, Jumat (29/7).
Menurutnya, hasil sementara dari pengujian yang dilakukan tim. Tidak dinyatakan adanya pencemaran sungai. Sampel yang diambil berada di lokasi PT MA, PT ANMK dan PT KPUC. Pihaknya tidak bisa mengambil satu sampel. Di lapangan, pengkajian juga melihat sarana dan prasarana. Termasuk terhadap pengelolaan limbah yang ada di perusahaan, yang jadi masalah dan sebagainya.
“Kita mengambil sampling. Ternyata laporan sementara dari tim, tidak ada pencemaran yang terjadi. Jangan sampai ini jadi fitnah, yang tadinya bukan pencemaran, dilaporkan pencemaran. Saya pastikan kondisi air sungai baik-baik saja,” bantah Hamsi.
Kata dia, data yang dilaporkan masyarakat saat mendatangi DPRD Kaltara merupakan data pada Februari 2021. Begitu juga dengan bukti foto. Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengaku tidak melakukan pengujian di tahun ini.
“Kalau benar ada pencemaran, kami pastikan membuat surat teguran. Tergantung kewenangannya,” imbuhnya.
Ia menambahkan, yang mengakibatkan air sungai tidak bisa digunakan karena cuaca yang kurang baik. Bahkan menurut dia, bukan hanya sungai di Malinau. Melainkan sejumlah sungai yang ada di Kaltara, juga tidak bisa dimanfaatkan akibat cuaca. (kn-2)


