Saturday, 4 April, 2026

Dugaan Sementara, Awal Mula Api dari Dapur

TARAKAN – Pihak kepolisian menduga awal mula terjadinya kebakaran berasal dari bagian belakang rumah milik Endah, di Jalan Jenderal Sudirman RT 29 Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat pada 22 Agustus lalu.

Dari hasil olah TKP, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Satreskrim Polres Tarakan mengamankan 1 unit kompor beserta selangnya. “Korban baru akan membuat laporan polisi. Dari penyelidikan awal, pemilik rumah sedang berada di luar rumah. Sementara istri dan anaknya sedang tidur di kamar. Api itu muncul di dinding kamar,” ujar Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Randhya Sakthika Putra melalui Kanit Pidum Ipda Muhamad Izzadin Abdillah, Kamis (24/8).

Hasil olah TKP, sementara ini bisa disimpulkan, api berasal dari bagian dapur rumah Endah. Antara dapur dan kamar korban, dinding rumah tersebut berbahan kayu. Setelah itu dinding dari daput tersebut menimpa kamar.

Sementara barang yang diamankan dari hasil olah TKP berupa satu unit kompor gas dengan dua tungku, selang kompor dan sebuah panci yang terbakar. Meski korban Endah mengaku tidak memasak, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kalau korsleting tak ada. Rumah dari sumber api, semua hangus terbakar. Tetangga hanya sebagian yang terbakar. Kalau istri korban posisinya ada di kamar dan melihat api sudah membesar,” tegasnya.

Sementara itu, korban kebakaran Endah mengakui, sebelum kebakaran bersama anaknya sedang beristirahat di ruang tamu sekitar pukul 14.00 Wita, pada 22 Agustus. Saat itu, ia tidak melihat ada gumpalan asap atau bau apapun yang terbakar. Tidak lama kemudian, ia pergi ke rumah orangtuanya yang berjarak 10 meter. Begitu sampai di rumah orangtuanya, anak korban menyusul dan memanggil sambil berteriak ada kebakaran.

“Pas saya keluar dari rumah orangtua, saya lihat api sudah besar di rumah saya. Saya mau masuk rumah, tapi sudah ada ledakan. Anak saya posisinya sudah keluar rumah semua dan ditarik sama kakaknya. Kalau anak saya bilang, apinya itu keluar dari plafon arah belakang rumah,” bebernya.

Ia mengakui, saat itu tidak melakukan aktivitas memasak di bagian dapur. Endah hanya memasak terakhir pada pukul 06.30 Wita dengan menggunakan kompor gas alam. Sementara posisi tabung gas ada di belakang rumahnya.

“Sekarang saya tinggal sama orangtua. Kerugian sudah tidak tahu. Karena ini kan rumah orangtua, saya disuruh merawat,” pungkasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru