TANJUNG SELOR – Kontingen Bulungan telah siap berlaga pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) I Kaltara yang dihelat mulai 17-22 Desember mendatang.
Bertempat di halaman Kantor Bupati, Kamis (15/12) sore, Kontingen Bulungan yang berjumlah 535 orang dilakukan pelepasan oleh Bupati Bulungan Syarwani. Rincian Kontingen Bulungan meliputi 436 atlet, 55 pelatih, 12 official dan 32 manager. Kontingen Bulungan akan mengikuti 29 cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan.
Untuk memberikan spirit dan semangat bagi para atlet, Bupati pun berkomitmen mempersiapkan bonus. Hanya saja, Syarwani tidak menyebutkan angka secara pasti, terkait dengan anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah daerah. “Iya, yang jelas kita akan sediakan bonus bagi para atlet yang berprestasi. Nominalnya, tentu akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Artinya, lanjut Syarwani, pemerintah komitmen dan sekaligus bentuk apresiasi serta motivasi bagi atlet. Keikutsertakan Kabupaten Bulungan yang sekaligus menjadi tuan rumah Porprov I Kaltara, diharapkan dapat mengukir prestasi yang maksimal.
“Ini menjadi tiket untuk mengikuti gelaran turnamen selanjutnya. Seperti pelaksanaan Pra PON 2023 maupun PON 2024 mendatang, untuk bisa mewakili Kaltara,” harap mantan Ketua DPRD Bulungan ini.
Pada ajang olahraga ini, Pemkab Bulungan menaruh target bisa merebut juara umum. “Target kita juara umum. Untuk mencapai itu perlu keuletan, disiplin, kekompakkan dan latihan yang sungguh. Dengan tetap mengedepankan sportifitas,” tegasnya.
Ada beberapa hal yang menjadi atensi Bupati terhadap para atlet, salah satunya kedisiplinan. Ini menjadi penting untuk diperhatikan. Kedisiplinan yang dimaksud, baik dalam pertandingan maupun di luar lapangan.
Di tempat yang sama, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bulungan Heru Rachmady mengungkapkan, ada beberapa cabang olahraga menjadi unggulan di Bulungan. Meliputi balap motor, binaraga dan bela diri.
“Jadi hampir rata-rata kita memiliki cabor unggulan. Dasar kami melihat ini sebagai cabor unggulan, karena latihan dan progress atlet menunjukkan hasil yang bagus. Para pelatih dan manager juga memiliki informasi terkait kekuatan lawan,” ungkapnya.
Heru mengharapkan Kabupaten Bulungan dapat mencapai target juara umum. Mengenai kedisiplinan para atlet, kata dia, selaku pembina akan memantau. Dalam pelaksanaan kegiatan, KONI menyiapkan tim monitoring dan evaluasi (Monev). Tentu ini yang menjadi catatan KONI Bulungan, apakah para atlet itu bergerak sesuai jalur yang ditentukan atau melanggar kedisiplinan.
“Kita telah berpesan kepada atlet, pelatih dan manager setiap cabor. Saat pelaksanaan pertandingan kami tak ingin lagi ada atlet yang begadang. Karena, ini sebuah kedisiplinan juga. Handphone ditinggalkan dan ada jam tertentu buat mereka untuk beristirahat, supaya jangan ada lagi atlet yang melanggar kedisiplinan,” pintanya.
Apabila ada atlet yang ditemukan masih melanggar, aturannya jelas. Tidak mendapatkan hadiah seperti yang diutarakan Bupati Bulungan. Jadi, atlet apapun ketika tidak disiplin, tidak sportif maka ke depannya tidak akan lagi diakomodir untuk mengikuti kegiatan olahraga. (kn-2)


