Thursday, 2 April, 2026

Kondisi Korban Selamat Kecelakaan Bus di Ngawi: Ada yang Merasa Mual, Pusing, dan Badan Tak Nyaman

Ada yang kritis, ada pula yang mengalami patah tulang kaki, tangan, dan tulang selangka. Salah seorang korban selamat balita berusia 3 tahun.

ASEP SYAEFUL BACHRI, Ngawi

RSUD Geneng, Kabupaten Ngawi, langsung sibuk Kamis (31/8) pagi. Tabrakan bus Eka dan Sugeng Rahayu di Jalan Raya Ngawi-Maospati Kilometer 9–10, Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Ngawi, penyebabnya.

Sebanyak 15 penumpang dari kedua bus yang nahas dirawat di sana. Nyoto Prasetyo, salah seorang penumpang Sugeng Rahayu, bahkan mengaku berjalan sendiri ke rumah sakit tersebut. “Saya keluar merosot dari atas bus, berjalan sendiri ke RSUD Geneng,” kata pria berusia 55 tahun tersebut kepada Jawa Pos Radar Ngawi.

Sebagian besar korban selamat masih dirawat intensif. Sembilan di antara total 15 pasien yang sempat dirawat di RSUD Geneng kemudian dirujuk ke RSUD dr Soeroto dan RS Widodo, keduanya juga di Ngawi. “Total 15 pasien yang dirawat. Delapan penumpang Sugeng Rahayu dan tujuh penumpang Eka,” ujar Kasi Pelayanan RSUD Geneng Wiyono Sigit Kamis (31/8).

Wiyono mengatakan, salah seorang pasien yang dipindah tempat perawatan adalah Moch. Pariyanto. Kondisinya kritis. Kemudian tiga penumpang yang mengalami patah tulang kaki, tangan, dan tulang selangka. Juga satu penumpang yang mengalami cedera otak. Sisanya perlu pemeriksaan CT scan.

“Empat pasien luka ringan boleh pulang dan dua lainnya dirawat di RSUD Geneng. Salah satunya balita berusia 3 tahun,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, sejumlah pasien perlu penanganan lebih lanjut karena khawatir menderita luka dalam. Khususnya pasien yang kepalanya mengalami benturan. “Ada yang merasakan mual, pusing, dan badan tidak nyaman,” ujarnya.

Dari delapan penumpang Sugeng Rahayu, dua di antaranya warga Jawa Tengah dan berasal dari desa yang sama di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Dua warga Desa Pakis itu adalah Sukarjan, 45, dan Sri Utami.

Dua lainnya warga Magetan, yaitu Nyoto Prasetyo, 55, dan Susanto, 40, serta dua lainnya warga Sidoarjo. Masing-masing Swi Endro Susanto, 26, dan Agus Susianto, 49. Sedangkan dua penumpang lain dari Tuban dan Lamongan.

Kemudian, di antara tujuh penumpang bus Eka, hanya satu orang yang dari Jawa Timur, yaitu Dian dari Kabupaten Madiun. Ada dua orang yang tercatat dari Kota Batam. Masing-masing Idris Ardianto, 31, serta Yunika Sestri, 30. Dilul Fadillah, 34, dari Depok serta Sutiono, 48, asal Kota Bogor merupakan penumpang lainnya. Satu lainnya tercatat atas nama Ari Widiantini dari Kalimantan Timur.

Sementara itu, evakuasi Catur, sopir bus Eka, berlangsung tiga jam. Jenazah warga Boyolali, Jawa Tengah, tersebut terjepit bodi bus yang ringsek. Jenazah kemudian langsung dibawa ke RSUD dr Soeroto.

Kecelakaan itu membuat jalan jalur Magetan– Ngawi tertutup selama sekitar lima jam. Dua bangkai bus kemudian dipindahkan ke pinggir jalan. Dua kendaraan tersebut masih berada di sekitar lokasi untuk keperluan olah tempat kejadian perkara. (*/cor/naz/c19/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru