TANJUNG SELOR – Jelang memasuki Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berupaya untuk menekan angka inflasi. Dengan cara, salah satunya memastikan ketersediaan kebutuhan.
Artinya, pemenuhan sembilan bahan pokok (Sembako) yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga tidak ada terjadinya kekosongan stok bahan pokok. “Jika terjadi kelangkaan dan kekosongan stok bahan pokok, pasti akan dibarengi lonjakan harga,” jelas Bupati Bulungan Syarwani yang ditemui usai High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Senin (18/12).
Dengan rapat yang sudah dilaksanakan, ingin memastikan semua pihak yang tergabung bisa berkontribusi. Utamanya memperlancar arus barang retribusi yang masuk ke Kabupaten Bulungan. Sehingga, semua sangat tergantung dengan proses kelancaran retribusi bahan pokok yang diperlukan.
“Termasuk dalam rapat tadi (kemarin, Red) kita bahas soal BBM dan stok beras. Alhamdulillah, dari Bulog untuk stok beras maupun minyak goreng ini masih mencukupi beberapa bulan ke depan,” ungkap mantan Ketua DPRD Bulungan ini.
Untuk saat ini, diakui Syarwani, memang terjadi lonjakan harga khususnya cabai. Yang harganya bisa mencapai Rp 150 ribu per kilogram (kg). Kenaikan harga ini, tentu banyak faktor penyebabnya. Terutama di tingkat petani dan faktor cuaca yakni El-Nino. Sehingga terjadi kegagalan panen petani cabai.
Mengenai inflasi di Bulungan memasuki Desember ini, rilis yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) secara year on year (YoY) 1,95 persen. Lalu untuk month on month diangka 0,37 persen. Dengan beberapa komunitas penyumbang, mencakup cabai rawit, beras sawi hijau, emas dan perak.
“Jika melihat perbandingan di tahun lalu, untuk di bulan yang sama (Desember 2022) mencapai hingga 9,27 persen. Sementara hari ini, inflasi itu diangka 1,97 persen. Sehingga terjadi penurunan,” tuturnya.
Diakui Syarwani, penurunan inflasi bukan sekadar kinerja pemda. Tetapi, kinerja kolektifitas dan keterlibatan dalam forum TPID tersebut. Bahkan, Polresta Bulungan pun akan menindaklanjuti dengan melaksanakan rapat koordinasi (Rakor). Termasuk melakukan inspeksi pasar, agar tidak ada kelangkaan dan penimbunan bahan pokok.
Berkaitan hal tersebut, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara berupaya untuk menekan angka inflasi di Bulungan. Dikatakan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara Seno Indarto, pihaknya secara rutin terus bersinergi dengan seluruh anggota TPID Bulungan. Dalam menekan inflasi melalui strategi dan inovasi yang berlandaskan framework 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, komunikasi efektif).
BI Kaltara turut mendukung beberapa program, antara lain kegiatan gelar pangan murah yang secara efektif mampu menurunkan harga bahan pangan pokok. Selain itu, BI Kaltara mendorong upaya ketahanan pangan dan peningkatan ketersediaan pasokan melalui program demonstrasi plot (demplot), pada sejumlah komoditas bahan pangan penting seperti bawang merah dan padi.
“Pelaksanaan High Level Meeting (HLM) dan rapat koordinasi TPID secara rutin menjadi wadah. Dalam menyusun strategi pengendalian inflasi, untuk menjawab berbagai tantangan dan isu terkini,” tuturnya.
Dia juga mengatakan, sinergi program antara BI Kaltara dan seluruh anggota TPID Bulungan secara efektif mampu menekan laju inflasi sepanjang tahun 2023. “Jika kita berkaca pada inflasi Desember 2022 yang sebesar 7,98 persen (yoy), saat ini inflasi sudah jauh lebih rendah pada kisaran 1,95 persen (yoy) pada November 2023,” ujarnya.
Bahkan, lanjut dia, capaian tersebut jauh lebih rendah dari angka nasional sebesar 2,86 persen (yoy). Hal ini dapat tercapai, berkat berbagai upaya pengendalian inflasi. Seperti gelar pangan murah, demplot komoditas pangan pokok serta penerapan metode dan teknologi.
“Untuk meningkatkan produktivitas tanam, serta rapat koordinasi dan HLM TPID sesuai dengan framework 4K,” imbuhnya.
Bahkan, BI Kaltara senantiasa bersinergi dengan seluruh OPD Bulungan, dalam menekan angka inflasi. BI Kaltara terus berkoordinasi dengan Bagian Ekonomi, dalam penyusunan langkah strategis pengendalian inflasi. Diantaranya pelaksanaan gelar pangan murah dan bersinergi bersama Dinas Pertanian Bulungan. Untuk meningkatkan produksi pangan melalui program demplot bawang merah menggunakan bibit unggulan brebes di daerah Panca Agung dan Tanjung Buka seluas 2,5 hektare.
“Telah dilakukan panen pada Desember 2023 dengan total produksi mencapai 4 ton/ha. Selain bawang merah, telah dilakukan demplot padi seluas 0,5 ha dan menggunakan aplikasi pupuk organic MA 11 dan aplikasi digital farming berupa Rapid Soil Check (RSC),” ungkapnya.
Menurut dia, langkah ini merupakan wujud nyata sinergi BI Kaltara dengan seluruh TPID di Bulungan. Dalam memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga. Selain itu, BI Kaltara juga menyelenggarakan capacity building kepada anggota TPID, untuk peningkatan kualitas pelaporan TPID.
Sebagai kabupaten dengan skala perekonomian terbesar ke-3 di provinsi Kaltara, peredaran uang tentunya turut mempengaruhi inflasi di Bulungan. Berbagai proyek strategis, seperti Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) dan berbagai aktivitas industri lain tentu memberikan andil terhadap adanya kenaikan demand-side masyarakat.
BI Kaltara dalam hal ini berkomitmen memastikan tercukupinya kebutuhan uang rupiah di Bulungan. Melalui kegiatan Kas Titipan Tanjung Selor, bekerjasama dengan perbankan, utamanya BPD Kaltimtara. “Dalam hal pengendalian inflasi, kami bersama seluruh anggota TPID Bulungan senantiasa mengajak budaya belanja bijak. Sebagai wujud strategi komunikasi efektif, dalam menjaga pola konsumsi masyarakat,” tuturnya.
Jelang Nataru, Bank Indonesia memastikan terpenuhinya kebutuhan uang tunai masyarakat Provinsi Kalimantan Utara. Dia mengakui, Bank Indonesia berkomitmen memastikan ketersediaan jumlah uang rupiah.
“Dengan memperluas layanan kas, khususnya penukaran bekerjasama seluruh perbankan di wilayah Kaltara,” ujarnya.
Selain melalui BI Kaltara, pemenuhan kebutuhan dilakukan melalui kas titipan yang berada di Tanjung selor, Malinau dan Nunukan. (kn-2)


