Thursday, 2 April, 2026

Pemerintah Pusat Bangun PLBN Sei Menggaris

TANJUNG SELOR – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sei Menggaris (Indonesia) – Serudong (Malaysia) tinggal menunggu tim dari pusat, dalam menjadwalkan pembangunannya.

Pemerintah Pusat akan membangun PLBN tersebut dan kemungkinan bisa terlaksana tahun depan. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Provinsi (Setprov) Kalimantan Utara (Kaltara) Datu Iqro Ramadhan mengatakan, PLBN Sei Menggaris– Serudong merupakan perbatasan antara Kalimantan Utara dan Malaysia. PLBN Sei Menggaris-Serudong merupakan hasil dari kesepakatan dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Malaysia.

Di mana pertemuan itu dikenal sebagai Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo). Informasinya, jalan dari wilayah Kaltara (Indonesia) menuju titik 0 perbatasan negara sudah tembus. Pun sebaliknya dari wilayah Malaysia ke titik 0 perbatasan negara.

“Informasi terakhir dari pihak Malaysia dan kesepakatan dengan pemerintah Indonesia, titik A-708 menjadi titik 0 perbatsan antara Sei Menggaris dan Serudong. Atau perbatasan Kaltara (Indonesia) dan Malaysia,” terangnya, belum lama ini.

Selanjutnya, untuk pembangunan PLBN menjadi tanggungjawab dan ditangani langsung oleh pusat. Bahkan sebelumnya, Pemprov Kaltara sudah melakukan rapat di pusat. Tim dari pusat yang akan menentukan pembangunan.

“Anggaran dari pusat dan kita mengusulkan saja. Kaltara dukungannya terkait lokasi dan memfasilitasi. Sudah sejak lama disiapkan, sejak masih bergabung dengan Kaltim sampai saat ini sudah disiapkan,” ungkapnya.

Proses PLBN Sei Menggaris–Serudong cukup panjang. Mengenai perbatasan Sei Menggaris dan Serudong sudah dibahas sejak lama. Alhasil, jalan menuju titik 0 yang disepakati sudah bisa ditembus.

“Jalan yang sudah tembus sampai titik 0 batas negara, kurang lebih 500 meter. Malaysia juga sudah membangun jalan sampai tritkk 0,” imbuhnya.

Diharapkan dengan terbukanya PLBN, maka menjadi salah satu upaya dalam membuka keterisolasian. Serta meningkatkan perekonomian di wilayah perbatasan. Apalagi, nantinya itu menjadi prioritas dan menjadi pintu utama. Jika PLBN dibuka, bisa dikatakan akan menjadi pintu utama seperti Entikong-Tebedu yang merupakan perbatasan Kalimantan Barat dan Malaysia.

“Jadi jalur darat dan pintu utama di Sei Menggaris nantinya. Kendaraan dua negara bisa melintas,” ungkapnya.

Selain hasil kesepakatan di Sosek Malindo, ada juga PLBN yang dibangun berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana di Kawasan Perbatasan. Di Kaltara, terdapat 4 PLBN yakni PLBN Terpadu Labang di Kecamatan Lumbis Pansiangan, PLBN Terpadu Long Nawang di Kecamatan Kayan Hulu Malinau, PLBN Terpadu Long Midang Kecamatan Krayan Nunukan dan PLBN Terpadu Sei Pancang Sebatik. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru