TANJUNG SELOR – Pada tahun ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan penerimaan zakat sebesar Rp 6 miliar. Target tersebut dipastikan tercapai, dengan sejumlah upaya, baik sosialisasi maupun melalui program lainnya.
“Kami optimis tahun ini target dapat tercapai. Sejak dini kita gencar melaksanakan sosialisasi,” tutur Ketua Baznas Kaltara Abdulrahman Thalib, Jumat (31/3).
Penerimaan zakat tidak hanya di bulan Ramadan. Namun Baznas gencarkan mengajak masyarakat yang sebagai Muzakki, untuk berzakat. Baik zakat harta, profesi atau penghasilan dan jasa serta infaq dan sedekah. Tahun lalu, target penerimaan zakat hanya Rp 3 miliar.
Realisasinya hanya Rp 2 miliar lebih. Rentan 3 tahun ini, target cenderung meningkat, tahun 2021 target penerimaan Rp 2 miliar. Target ini sedikit meningkat dibandingkan tahun 2021 hanya sebesar Rp 2 miliar. Dimana sumbernya berasal dari zakat Maal (harta), profesi atau penghasilan dan jasa serta infaq dan sedekah.
“Sesuai arahan Baznas Pusat, di Kaltara kita targetkan Rp 6 miliar hingga Desember 2022. Karena banyak UPZ di instansi setiap bulan menyetor kepada Baznas Kaltara,” ujarnya.
Penerimaan Rp 2 miliar di tahun 2022 telah diberikan kepada yang berhak menerima atau Mustahik sebanyak 8.000 orang se-Kalimantan Utara. Selain kepada mustahik, juga memberikan bantuan ke orang sakit yang membutuhkan anggaran rujukan, serta yang terkena musibah.
“Baznas Kaltara juga akan membuka gerai untuk memudahkan para ASN Kaltara berzakat. Itu salah satu upaya mencapai target penerimaan zakat,” imbuhnya.
Selain itu, Baznas Kaltara memiliki 5 program unggulan. Diantaranya Kaltara Sehat akan menyasar ke masyarakat miskin, untuk diberikan bantuan kesehatan dan pengobatan. Juga bantuan bersalin dan anak kurang gizi.
Selanjutnya, Kaltara Peduli berupa pemberian bantuan dampak bencana, bantuan kematian, orang terlantar, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan dapur umum. Lalu ada Kaltara Taqwa berupa bantuan mualaf dan pembinaan mualaf. Itu juga mencakup bantuan kepada guru ngaji desa terpencil dan pembinaan da’i serta mubaligh.
Bahkan, ada juga program Kaltara Cerdas. Pemberian bantuan beasiswa muslim, bantuan pendidikan dari jenjang SD, SMP, SMA atau Madrasah bagi warga miskin dan lembaga pendidikan Islam swasta. Serta program Kaltara Mandiri berupa bantuan konsumtif kepada warga fakir miskin, usaha produktif kepada warga miskin, pengembangan usaha produktif serta tani dan nelayan senyum. (kn-2)


