Friday, 3 April, 2026

Penyaluran Cadangan Beras Terkendala di Wilayah 3T

TARAKAN – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Bulog akan menyalurkan cadangan beras bagi 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) ke seluruh Indonesia. Namun, dalam penyalurannya khususnya di Kaltara terhambat di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) dikhawatirkan akan terhambat.

Pimpinan Bulog Cabang Tarakan Apriansyah mengatakan, alokasi cadangan beras pemerintah ini ditarget untuk satu KPM menerima 10 kilogram beras setiap bulan. Terhitung pada Maret, April dan Mei. Saat inipun progresnya untuk Kabupaten Malinau dan Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.

“Krayan itu baru alokasi Maret yang kami kirim. Ya kami harapkan habis Mei ini semua dapat tersalurkan,” harapnya, Minggu (21/5).

Adapun jumlah KPM yang harus mendapatkan cadangan beras pemerintah ini sebanyak 30 ribu orang. Untuk syarat penerimaan bantuan telah ditentukan langsung oleh Kemensos. Sehingga Bulog hanya sebagai pihak penyedia dan penyalur melalui transportir.

Data penerima atau KPM saat ini telah diupdate. Warga yang pindah atau meninggal dunia juga sudah didata.

“Ada pihak ketiga PT JPL. Bantuan ini sudah ditentukan titiknya, kalau kemarin kami sudah koordinasi dengan pendamping. Tarakan itu di kelurahan. Kalau ke Nunukan kita tergantung pasang surut air terutama Kecamatan Lumbis,” ungkapnya.

Diakui Apriansyah, kendala penyaluran di wilayah 3T ini cukup besar. Lantaran pihak penyalur harus melalui sungai untuk tiba di lokasi. Seperti wilayah Lumbis dan Sebatik, Nunukan. Tantangannya, pihak penyalur harus menyesuaikan jadwal air pasang. Sehingga beras bantuan dapat tiba di tangan penerima dengan kondisi baik.

Di wilayah Malinau tak bisa seluruhnya ditempuh melalui jalur darat. Sehingga harus menggunakan long boat yang melewati arum jeram. Sebab ada risiko besar mengancam rusaknya muatan berupa beras bantuan.

“Jadi ya sebisa mungkin yang di perahu tutupin pakai terpal. Sayang kalau medannya susah, terus tiba berasnya harus rusak. Karena ketentuannya beras tidak boleh lama-lama berada dalam gudang penyimpanan. Dikhawatirkan rusak dan hilang. Tapi Alhamdulillah informasinya cukup lancar,” tuturnya.

Tak hanya menyesuaikan pasang surut air, pihaknya sedikit terbentur dengan biaya operasional penyaluran ke wilayah Krayan. Mengingat jalur ke Krayan hanya dapat dilakukan melalui jalur udara. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru