Saturday, 14 February, 2026

Prof dr Tjandra Yoga Beberkan ”Rahasia” Bugar di Usia 67 Tahun

Bagi Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) MARS DTM&H DTCE FISR, usia hanyalah deretan angka. Memasuki 67 tahun, opa dua cucu itu terus menyibukkan diri dan selalu tampil fit.

TIDAK ada rahasia khusus dari kebugaran direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu. Malah dengan terbahak, Tjandra sempat membeberkan ”dosa-dosa”-nya yang tak diketahui banyak orang.

Siapa sangka, direktur penyakit menular World Health Organization (WHO)–South-East Asia Regional Office (SEARO) periode 2018–2020 itu tak suka makan sayur sejak kecil. Dia hanya bisa mengonsumsi sayur ketika sudah disiram dengan bumbu kacang alias dibuat gado-gado.

“Tapi, ini jangan ditiru ya, hahaha. Harus ngikutin Isi Piringku (panduan Kemenkes, Red),” ungkap Prof Tjandra ketika ditemui di kediamannya pada Selasa (10/1).

Meski begitu, sejak dulu Tjandra menjaga gaya hidupnya. Dia tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman keras, serta konsisten istirahat cukup. Walau lagi-lagi alasan yang disampaikan bikin terbahak. Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut mengaku hobi tidur.

Jangan berharap bisa bertemu dengannya di atas pukul 22.00 WIB. Sebab, bisa dipastikan, dia sudah terbaring di kasur. “Masalah saya justru kebanyakan tidur. Kenapa saya jalan? Kalau enggak, saya tidur pasti. Kenapa saya nulis? Karena kalau enggak, saya tidur,” katanya, lantas tertawa.

Urusan makan, Prof Tjandra tak punya pantangan. Darah Minang yang mengalir deras membuatnya menyukai menu-menu sedap kaya rempah dan minyak khas Padang. Apalagi rendang buatan almarhumah ibundanya.

Dia tetap bisa menyantap makanan favoritnya itu. Kuncinya, secukupnya. Sejak muda, dia tidak pernah makan berlebihan. Kenaikan berat badan hingga perut buncit tak pernah dia rasakan. Membuktikannya cukup mudah. Sejumlah kemeja sejak menjabat di Rumah Sakit Persahabatan dan Kementerian Kesehatan masih muat dikenakan hingga sekarang.

Namun, kepindahannya ke India saat bertugas di WHO-SEARO perlahan mengubah pola hidup Tjandra. Dia mulai rutin jalan kaki hingga 10 ribu langkah. Karena kualitas udara di India agak buruk, Tjandra biasanya memilih mal sebagai sarana berolahraga. “Selain jalan di taman kompleks rumah tiap sore, saya dapat 10 ribu langkah tiap Sabtu di mal,” kenangnya.

Puncaknya saat pagebluk Covid-19 menyerang. Tjandra yang sudah kembali dari India merasa bosan karena tak banyak kesibukan. “Pandemi jadi pencetus buat olahraga. Selain itu, memang merasa udah seharusnya olahraga nih,” ungkap mantan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Kementerian Kesehatan tersebut.

Dimulai dengan lari-lari ringan di loteng dan beranda lantai 2 rumahnya hingga bersepeda belasan kilometer dari rumah. Kebiasaan itu masih digelutinya hingga kini. Biasanya, lari ringan atau bersepeda dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Lalu berakhir ketika azan Magrib berkumandang. “Magrib alarm buat udahan, saatnya pulang,” katanya.

Kini, setiap Minggu pagi, Tjandra bisa bersepeda puluhan kilometer. Berangkat pukul 06.00 WIB, dia berkeliling menyusuri aspal Jakarta sepanjang jalur car free day. Awalnya ditemani anak-anaknya, kini dia tak ragu gowes sendiri.

“Agak kerenlah ya, pakai baju khusus (bersepeda, Red) gitu, hahaha,” tutur opa dari Rayendra Althafar Rasyid, 6, dan Arfa Yudhi Fahrezi, 6, tersebut.

Bukan hanya itu, ada agenda olahraga wajib buat Prof Tjandra dan istri. Setiap Jumat pagi, mereka mesti berjalan kaki hingga 10 ribu langkah. Agenda itu biasanya dilakukan di rumah Bogor. Berangkat dari Jakarta sebelum subuh, lalu salat dan istirahat sejenak di rest area sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi.

Begitu sampai di Bogor, mereka benar-benar berolahraga sembari menikmati pemandangan dan udara sejuk Kota Hujan. Setelah target terpenuhi, mereka segera kembali ke Jakarta.

“Kadang-kadang kalau bosan, saya sama istri jalannya ke mal. Nggak belanja apa-apa. Cuma muterin mal aja sampai dapat 10 ribu langkah,” pungkasnya. (mia/c12/nor/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru