TANJUNG SELOR – Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur, masih dalam pengerjaan.
Bahkan, pada 28 Februari lalu, Presiden Joko Widodo kembali lakukan peninjauan ke KIHI. Presiden memastikan KIHI seluas 13 hektare di Kabupaten Bulungan akan menjadi pembangunan industri electric vehicle (EV) battery, pembangunan petrokimia, petrochemical dan industri aluminium yang terbesar di dunia.
Dengan kekuatan kompetitif seperti itu, kemudian barang-barang produk yang dihasilkan merupakan produk-produk hijau. Inilah yang akan menjadi kekuatan KIHI di Kaltara. Jika pembangunan tersebut terealisasi dengan baik, semua investor pasti akan tertarik.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara pun pada Rabu (29/3) lalu, menerima kunjungan kerja Mr Ishii Yutaka Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya. Untuk melihat peluang investasi di KIHI tersebut. Disampaikan Mr Ishii, saat ini ada sekitar 150 perusahaan dari Jepang yang sudah berinvestasi di Jawa Timur.
Bahkan, Mr Ishii pun menyempatkan untuk melihat langsung ke lokasi KIHI dengan didampingi Penata Kelola Penanaman Modal, Ahli Muda pada DPMPTSP Kaltara Rahman Putrayani.
Di kawasan tersebut, terdapat empat pengelola kawasan industri meliputi PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), PT Kawasan Industri Kawasan Indonesia (KIKI), PT Industri Strategis Indonesia (ISI), dan PT Kayan Patria Propertindo.
“Kita melihat lokasi pengelola PT ISI dan PT KIPI. Untuk PT KIPI progres sudah 96 persen, tinggal finishing. Itu sangat cepat dan luar biasa,” tutur Rahman saat dikonfirmasi, Kamis (30/3).
Bahkan ditargetkan pada April nanti, pengerjaan untuk kontruksi perkantoran bisa dirampungkan. Jika sudah selesai dibangun, PT KIPI pun melanjutkan pembangunan untuk hunian bagi karyawan nantinya. Dengan menyiapkan lahan seluas kurang lebih 10 hektare. Saat ini, sudah pada proses pematangan lahan.
Selain itu, kata Rahman, PT KIPI juga dalam tahap penyelesaian pembangunan tempat air bersih. “Diperkirakan April nanti akan selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan. Ini merupakan kinerja yang sangat luar biasa dan cepat,” puji Rahman.
Selain itu, Konjen pun dibawa untuk melihat lokasi Pelabuhan Jetty yang dibangun PT Kalimantan Aluminium Industri (KAI). Rahman menilai, progres pembangunan sangat cepat dari perusahaan pengelola kawasan industri tersebut. “KIHI pun nantinya akan menjadi kawasan yang mampu mendorong perekonomian di Kaltara,” ujarnya.
Menurut dia, sesuai target nantinya, PT KAI akan memproduksi pada tahap awal 2025 mendatang dengan total 500 ribu ton per tahun. Hal ini tentu dapat mendongkrak perekonomian Kaltara dengan adanya pembangunan PSN tersebut. “Hasil kunjungan di lapangan inipun, saya akan laporkan ke Gubernur Kaltara. Terkait investasi dan realisasi di lapangan untuk kawasan industri,” tutupnya. (kn-2)


