TARAKAN – Tim gabungan yang melibatkan personel Polres Tarakan, POM TNI, Kesbangpol, Satpol PP, BNNK dan Yayasan Sekata melakukan razia di Kelurahan Selumit Pantai, Jumat (23/2) malam.
Hasilnya, petugas mengamankan satu orang yang dicurigai memiliki informasi terkait jaringan peredaran natkotika jenis sabu di wilayah tersebut. Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Resnarkoba Iptu Gian Evla Tama menjelaskan, patroli ini rutin digelar pasca didirikannya Posko Kampung Bersih dari Narkoba (Bersinar) di wilayah Selumit Pantai.
Meski tak mendapati barang bukti narkotika, petugas mengamankan satu orang yang diduga memiliki informasi tentang peredaran gelap narkotika. Diduga, orang tersebut merupakan warga sekitar yang saat ini masih diperiksa penyidik Satresnarkoba Polres Tarakan.
“Kami bagi dua tim, memang ada diamankan satu orang. Itu juga orang sempat kami curigai. Sampai saat ini masih di kantor dan diperiksa,” jelasnya, Minggu (25/2).
Gian mengungkapkan, akan melakukan pendalaman informasi mengenai pria yang sudah lama dicurigai polisi berada di wilayah yang dianggap wilayah ”Texas” Tarakan. Namun, jika tidak ditemukan hal-hal yang berkaitan dengan narkotika, maka pelaku akan dipulangkan.
Diketahui, petugas menyisir lokasi dengan berjalan kaki agar memudahkan akses memasuki gang-gang kecil dimulai pukul 21.00-23.00 Wita. Penyisiran dilakukan ke arah pasar, area Timbunan dan belakang salah satu losmen.
Saat menyisir lokasi yang menjadi target razia, petugas melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang tampak berkumpul. Tak sekedar interogasi, pihaknya melakukan pemeriksaan badan terhadap masyarakat di wilayah Selumit Pantai.
“Memang masyarakat pada saat itu tidak terlalu ramai. Ada beberapa orang yang nongkrong kami periksa dan kami geledah juga. Kami memang belum temukan barang bukti yang berkaitan dengan narkotika,” tuturnya.
Menurutnya, wilayah Selumit Pantai yang dijadikan Kampung Bersinar masih cukup rawan persoalan narkotika. Pihaknya terkendala membongkar aktivitas narkotika, lantaran minimnya informasi yang dikantongi. Disinggung terkait bocornya informasi razia tim gabungan, pihaknya tak menampik.
Perwira balok dua itu menyebut kemungkinan informasi patroli sudah diketahui. “Karena ada beberapa orang juga yang kami temukan nongkrong. Karena gerakan kami jalan kaki, ada kemungkinan setelah lihat kami membubarkan diri. Tapi kami gelorakan semangat dari petugas untuk menghapus narkotika,” harapnya. (kn-2)


