Saturday, 4 April, 2026

Rumah Anak Prestasi, Tempat Istimewa untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Seminggu diresmikan, Rumah Anak Prestasi kebanjiran anak-anak berkebutuhan khusus. Setiap hari ruang-ruang pelatihan tak pernah sepi. Bukan hanya suara dari alat-alat musik yang terdengar, suara tangisan dari anak-anak juga turut meramaikan Rumah Anak Prestasi.

DIMAS NUR APRIYANTO, Surabaya

ADA delapan ruang pelatihan di sana. Mulai musik, melukis, mendongeng, pembelajaran umum, hingga terapi wicara. Semua pelatihan untuk anak berkebutuhan khusus itu tidak dipungut biaya. Syaratnya, hanya untuk warga ber-KTP Surabaya.

Kepala UPTD Kalijudan dan Kampung Anak Negeri Cholik Anwar menuturkan bahwa sebelum mengikuti pelatihan, anak-anak diasesmen terlebih dahulu. Asesmen tersebut bertujuan mengetahui pelatihan apa yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dengan begitu, pelatihan yang dijalani bisa tepat.

Tidak butuh waktu lama untuk menunggu hasil asesmen. Pada hari yang sama, asesmen keluar dan anak bisa langsung mengikuti pelatihan.

“Kami juga butuh mendata identitas anak,” tutur Cholik.

Beragam pelatihan bisa diikuti setiap hari, sesuai jadwal yang tertera di pintu ruangan. Tidak ada larangan berapa hari sekali anak boleh datang. Instruktur yang ditugaskan di setiap ruangan sesuai bidang masing-masing. Tak terkecuali di ruang terapi wicara. Instrukturnya langsung dari dokter spesialis anak, dr Retna Hastuti SpA.

Karena masih baru berjalan, Cholik mengakui bahwa pihaknya terus belajar. Ada beberapa program yang akan dibuat. Salah satunya, program yang mewadahi unjuk bakat dan potensi. “Semacam pergelaran untuk melihat juga sejauh mana anak-anak ini mengasah bakatnya. Kami terus monitor dan evaluasi,” tambahnya.

Selain mumpuni secara keilmuan sesuai bidang, para instruktur harus memiliki kelapangan hati. Tidak bisa sekadar mengandalkan keahlian, tapi perlu kesabaran hati juga. Hal itu disampaikan salah seorang instruktur pembelajaran umum, Indah.

Sejak kecil, Indah tumbuh dan berkembang bersama orang tua yang tunanetra. Setelah lulus SMK, dia memutuskan untuk mengambil pendidikan jenjang universitas yang fokus pada bidang pendidikan luar biasa. “Sampai akhirnya masuk ke dinas pendidikan dan ditugaskan di Rumah Anak Prestasi,” tuturnya.

Dalam sehari, ada 14 anak yang belajar di ruang pembelajaran umum dengan dua instruktur. Indah berharap ada penambahan instruktur supaya bisa lebih maksimal menangani anak-anak di ruangan.

Banyak hal yang bisa dipelajari di ruang pembelajaran umum. Di antaranya, sensor motorik kasar hingga halus, belajar keseimbangan, serta belajar melatih konsentrasi. Ada beberapa mainan yang mendukung pembelajaran anak. Mulai trampolin hingga karpet angka dan huruf.

Selain belajar sambil bermain, tidak jarang Indah membantu anak-anak mengerjakan PR. Durasi pembelajaran maksimal satu jam. Orang tua bisa melihat secara langsung bagaimana anak-anak belajar. “Orang tua boleh masuk. Ada beberapa anak yang merasa kurang nyaman ketika ditinggal orang tuanya,” ungkapnya.

Saat peresmian, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa dirinya ingin sistem yang berjalan di Surabaya tidak sesaat. Termasuk sistem pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. “Ada kelas mengaji juga bareng di Rumah Anak Prestasi,” katanya. (*/c7/git/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru