Saturday, 4 April, 2026

Sehari Dua Kejadian Kebakaran

TARAKAN – Sehari dua kejadian kebakaran di Kota Tarakan, Selasa (22/8). Pertama, di Jalan Yos Sudarso, RT 20, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah, sekitar pukul 03.00 Wita.

Kejadian kedua, sekitar pukul 14.30 Wita, di Jalan Jenderal Sudirman, RT 29, Kelurahan Karang Anyar dan RT 3 Kelurahan Pamusian, Tarakan Barat. Kebakaran yang terjadi di Kelurahan Selumit Pantai, 19 unit rumah rata dengan tanah. Salah seorang korban kebakaran, Mursalim mengaku, mendapat informasi kebakaran setelah mendengar teriakan warga.

Api yang sudah membesar membuat ia panik. Sehingga ia hanya bisa menyelamatkan keluarganya. “Barang-barang tidak sempat sudah saya selamatkan. Jadinya cuma bisa melihat saja api sudah membesar. Saya jadinya sekarang tinggal di rumah anak saya, tidak jauh dari sini,” ucapnya.

Menurutnya, api berasal dari rumah kontrakan lima pintu milik Bustang. Kontrakan tersebut sudah tidak dihuni sejak tiga tahun lalu. Bahkan kwh meteran listrik sudah tidak berfungsi dan semua berbahan kayu.

“Rumah itu tidak ada dindingnya. Hampir mau roboh juga. Dulunya disewakan. Tapi ada dua sepeda motor di depan itu, tidak tahu orangnya kemana. Susah pindahin sepeda motor karena dikunci ganda,” jelasnya.

Sementara itu, Nurcholis yang rumahnya turut terbakar mengaku, pemadam agak telat datang, jadi merembet ke rumah-rumah lain. Sekitar 20 menit kemudian barulah petugas pemadam kebakaran tiba di TKP.

Ia mengaku, pada 11 Agustus lalu sempat terjadi kebakaran di lokasi yang sama. Namun api sempat dipadamkan warga setempat dan kejadian tersebut telah dilaporkan ke ketua RT.

“Saya belum tahu itu disengaja atau tidak. Karena di situ tidak ada listrik dan api muncul di sela-sela sampah. Saya engga mau menduga-duga. Kita tunggu saja pihak yang lebih berwenang,” ungkapnya.

Kabid Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Tarakan, Eko Santoso menjelaskan, titik api pertama muncul berasal dari rumah sewa milik Bustang. Rumah sewa tersebut dalam kondisi kosong.

Diperkirakan ada 12-15 unit rumah yang mayoritas rumahnya merupakan bangunan kayu. Pihaknya masih melakukan singkronisasi data dengan kelurahan maupun saksi mata di lapangan. “Nanti akan kami cek kembali kebenaranya. Biarkan tim investigator yang akan menindaklanjuti,” tegasnya.

Eko mengatakan, api sangat cepat membesar. Sehingga cepat merambat ke kanan-kiri bangunan. Ia mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran. Hanya satu petugas pemadam kebakaran terluka terkena paku. “Listrik menjadi prioritas untuk kami dalami,” imbuhnya.

Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep mengatakan, sesuai informasi yang diterima, kejadian sekitar pukul 03.00 Wita. Data sementara, ada 19 rumah yang terbakar dan 7 rumah yang terdampak.

“Untuk jumlah KK ada 45. Datanya akan terus kami update, untuk memastikan berapa jumlahnya. Ini belum terinci, apakah rumah itu ada penyewanya atau tidak,” bebernya.

Yonsep menjelaskan, untuk 45 KK merupakan data yang sudah tervalidasi. Tetapi sedang dalam proses perkembangan oleh RT. Jika nantinya ada pengungsi, maka akan diungsikan ke kantor bekas Kelurahan Selumit Pantai.

“Kami bersepakat untuk selanjutnya akan berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan untuk penggunaan Musala SDN 028. Tadi saya langsung rapat terbatas dengan Camat, Dinas Kesehatan, PMI, Satpol PP, dan beberapa UPD yang lain di kantor kelurahan. Disepakati untuk sementara mendata warganya diarahkan di masjid terdekat,” ujarnya.

Sementara kejadian kebakaran pada pukul 14.30 Wita, menghanguskan tiga unit rumah terdampak. Salah seorang korban kebakaran, Lidang mengatakan, saat itu sedang berada di sekitar rumah. Namun awal mula api di salah satu rumah tetangganya dan ia lihat sudah membesar.

Rumah berbahan kayu milik tetangganya sangat cepat membesar dan merambat ke rumah lain. “Terus disitu saya dengar anak-anak menangis, memanggil mamanya. Setelah itu saya panggil tetangga, kasih tahu ada kebakaran,” ungkapnya.

Rumah yang ia huni hampir 30 tahun sudah sebagian terbakar, hanya mampu menyelamatkan satu unit mesin cuci dan dokumen berharga. Ia mengaku, tiga rumah yang terbakar milik Endah, Arwan dan Sitorus.

Sementara itu, Sitorus yang menjadi korban kebakaran mengakui, saat terjadi kebakaran bersama istrinya. Surat-surat berharga yang ia selamatkan terlebih dahulu dan disimpan di dalam tas.

“Saya sudah pasrah dan amankan barang-barang. Sempat juga barang kulkas, kasur, sofa dan mesin cuci dibawa keluar rumah. Syukurnya dibantu sama warga-warga di sini,” ungkapnya.

Ia mengaku hanya bisa pasrah, atap rumahnya dibongkar paksa oleh warga. Dengan tujuan menghentikan api tidak merembet ke rumah lain. Sitorus mengakui, korban Endah tidak ada saat rumahnya pertama kali menjadi titik awal kebakaran. “Saya tadi bantu menyiram dan api belum terlalu besar,” ucapnya.

Kabid Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Tarakan, Eko Santoso menambahkan, kebakaran diduga terjadi sekitar pukul 14.30 Wita. Namun pihaknya baru menerima informasi sekitar pukul 14.50 Wita.

Setelah itu petugas pemadam kebakaran sektor barat menuju ke TKP kebakaran pada 7 menit kemudian. “Dugaan titik awal kebakaran terjadi di rumah Endah. Itu kondisinya api sudah membesar dan melahap rumah warga sekitar 25 persen,” sebutnya.

Upaya pemadaman turut dibantu PT Pertamina, BPBD Tarakan, relawan pemadam kebakaran serta masyarakat. Ia mengakui, kesulitan menuju TKP kebakaran. Sebab jalan menuju TKP hanya ada satu jalur dan melewati tanjakan. “Kami hanya bisa melewati jalan di depan gedung Gadis,” tuturnya.

Akhirnya api sudah bisa dipadamkan sekitar pukul 15.25 Wita. Data sementara, dua unit rumah yang terbakar dan empat unit rumah terdampak kebakaran. Diantaranya rumah milik Sitorus, Petronius dan Bobi.

Informasi sementara, api diduga berasal dari dapur rumah Endah. Namun pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian. Kondisi rumah Endah, mayoritas berbahan kayu. Sehingga lebih cepat merembet ke bahan bangunan lain. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru