Friday, 3 April, 2026

Tak Lulus Administrasi Langsung Gugur

TARAKAN – Tahun ini Mabes TNI Angkatan Darat (AD) membuka penerimaan Tamtama untuk reguler. Pendaftaran yang dimulai secara online sejak Januari ini, sudah memasuki tahap seleksi di awal September.

Penerimaan merupakan gelombang kedua tahun ini dan tidak menggunakan zonasi. Namun untuk proses seleksi dilakukan di Kodam VI Mulawarman. Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan Letkol Inf Reza Fajar Lesmana mengatakan, saat ini jumlah pendaftar sudah mencapai 35 orang.

Rencananya seluruh pendaftar akan berangkat ke Balikpapan, markas Kodam IV Mulawarman pada 22 September untuk proses seleksi administrasi.

“Penerimaan berkas menuju proses seleksi itu sampai 30 September masih dibuka. Jika tes administrasi lulus, lanjut ke kesehatan kemudian ke akademik dan psikologi. Terakhir, jika lulus lanjut pantukhir. Tapi, jika tak lulus di administrasi langsung dinyatakan gugur,” jelasnya, Minggu (18/9).

Dalam penerimaan tahun ini, Panglima TNI meminta kenaikan 5 persen untuk seluruh rekrutmen TNI. Berkaitan dengan adanya penambahan satuan baru, di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim. Di TNI AD, ada pola pembinaan karier dengan pemetaan dari Mabes TNI AD.

Misalnya personel TNI AD yang akan pensiun atau memasuki persiapan pensiun (MPP) ada 500 orang. Maka dipersiapkan rekrutmen 500 orang. Secara organisasi, jumlah yang akan berkurang ini setelah bertambah harus siap secara operasional.

“Dengan adanya IKN pada saat Presiden dan seluruh Menteri bersama Panglima TNI meninjau rencana pembentukan IKN baru. Dengan kondisi yang ada, kemungkinan tidak akan bisa mencukupi jumlah personel yang dibutuhkan. Jadi, rekrutmen nanti bisa ada penambahan 5 hingga 10 persen,” bebernya.

Satuan siap operasional harus dari jumlah nyata tabel organisasi personel (TOP). Minimal harus terisi 85 persen orang siap operasi. Namun sebenarnya tidak semua satuan bisa 85 persen. Sementara untuk Kodim 0907 Tarakan, hanya terisi sekitar 65 persen dan hampir sama di semua Kodim di seluruh Indonesia.

“Tapi, kalau satuan tempur seperti Batalyon harus 85 persen, untuk siap operasi. Kalau Kodim kan komando kewilayahan teritorial, satuan administrasi ada toleransi dengan melihat jumlah personel dan wilayah. Tapi, semua tugas kami kerjakan maksimal,” tuturnya.

Dalam penerimaan Tamtama tahun ini, berkas dilakukan di setiap Kodim di seluruh wilayah Kodam VI Mulawarman. Tahun sebelumnya, pendaftaran sempat dibuka untuk putra daerah dengan sistem zonasi. Bagi pendaftar dengan umur yang dipersyaratkan dan sudah tinggal di Kaltara misalnya selama 3 tahun.

“Sebelumnya, harus memiliki KTP minimal 3 tahun di Kaltara. Tapi di penerimaan Tamtama tahun ini, KTP mana saja dan mendaftar secara online dari Tarakan bisa,” imbuhnya.

Setiap tahun rata-rata jumlah pendaftar bisa hingga 50 orang, sama halnya dengan penerimaan dari putra daerah juga cukup tinggi. Biasanya yang menjadi kendala dari sisi tinggi pendaftar. Selain itu, ada juga pendaftar yang memiliki tato. Sehingga harus mendapatkan rekomendasi dari kepala adat yang menyebutkan tato tersebut berkaitan dengan adat.

Seleksi setiap tahun berbeda kebijakan. Ada yang diprioritaskan putra daerah dan seleksi khusus santri. Artinya yang lulus SMA di Pondok Pesantren. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru