TANJUNG SELOR – Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) I Kaltara sudah memasuki hari kedua. Dalam perolehan medali sementara, Tarakan masih kokoh di puncak klasemen, meninggalkan 4 kabupaten lainnya.
Tarakan sementara waktu mengumpulkan sebanyak 86 medali. Rinciannya 37 emas, 28 perak dan 21 perunggu. Dibuntuti Kabupaten Bulungan yang berada di peringkat kedua, dengan 59 medali, terdiri dari 20 emas, 17 perak dan 22 perunggu. Selanjutnya, disusul Kabupaten Nunukan, Malinau dan Kabupaten Tana Tidung (KTT), selengkapnya lihat info grafis.
Pada Porprov perdana ini, ada 31 cabang olahraga (Cabor) yang bertanding. Kabupaten Bulungan ada 26 cabor dan sisanya terlaksana di Tarakan. Perebutan medali pun sudah tersaji saat di hari pertama Porprov. Kota Tarakan langsung melesat di hari pertama dengan mengumpulkan 27 medali, meliputi 10 emas, 9 perak dan 8 perunggu.
Di peringkat kedua, Kabupaten Bulungan dengan 4 emas, 6 perak dan 7 perunggu. Kabupaten Nunukan berada di urutan ketiga, yang mengumpulkan 3 emas, 5 perak dan 8 perunggu. Kejutan terjadi untuk peringkat keempat, yang diduduki KTT dengan 4 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Urutan paling akhir menempatkan Malinau dengan 3 emas, 2 perak dan 1 perunggu.
Akan tetapi, pada hari kedua, posisi KTT harus digeser oleh Kabupaten Malinau. Mengingat, Malinau berhasil mengumpulkan 9 emas, 5 perak dan 9 perunggu. Keberhasilan Malinau menggeser posisi KTT, setelah di cabang olahraga (Cabor) Panahan menyumbangkan 4 emas dan 2 perak. Perolehan di cabor tersebut, berhasil mengalahkan Kota Tarakan yang hanya memperoleh 3 emas dan 2 perak.
Hari kedua cabor Panahan yang digelar di Lapangan Agathis Tanjung Selor, Minggu (18/12), telah menuntaskan 6 nomor yang dipertandingkan. Keenam nomor tersebut, meliputi Recurve Putra, Recurve Putri, Barebow Putra, Recurve Putri, Compound Putra dan Compound Putri.
Di cabor panahan ini, Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan bersaing ketat dalam mengumpulkan medali. “Sementara ini untuk medali emas, selisih satu antara Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan. Malinau sudah mengumpulkan 7 medali emas dan Tarakan dengan 6 emas,selama dua hari pelaksanaan,” ujar Taufiq selaku Bendahara Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltara.
Menurut Taufiq, peluang Tarakan masih terbuka untuk bisa mendulang medali. Mengingat, masih ada 10 nomor lagi yang dipertandingkan. “Dijadwalkan besok (hari ini,Red) merupakan hari terakhir untuk cabor Panahan menyelesaikan pertandingan. Tentu Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan masih bersaing ketat merebut medali,” tuturnya.
Di cabor Petanque, Kabupaten Bulungan tampil apik dengan berhasil mengumpulkan 4 emas dan 1 perak. Keunggulan perolehan medali tersebut, menjauhkan persaingan dari kabupten dan kota lainnya. Technical Delegate Petanque Ramdan menilai, penampilan atlet Bulungan cukup bagus pada hari kedua ini.
“Hari kedua ini, kita mempertandingkan 5 nomor. Medali emas paling banyak diraih Bulungan dengan 4 emas,” ujarnya.
Cabor Petanque ini tidak diikuti atlet Kabupaten Malinau. Dikarenakan Petanque belum terbentuk di Malinau. Dijadwalkan pada hari terakhir, akan mempertandingkan 4 nomor. “Peluang Bulungan untuk mendulang medali emas terbuka lebar. Meskipun atlet lainnya tentu tidak ingin melepaskan medali emas begitu saja,” tuturnya.
Sesuai jadwal Porprov, hari ini (19/12) sudah ada beberapa cabor yang akan menyelesaikan pertandingan. Seperti cabor Panahan, Petanque dan Panjat Tebing. (kn-2)


