TANJUNG SELOR – Tim Seleksi (Timsel) penjaringan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltara memastikan keterwakilan perempuan, paling sedikit 30 persen.
Hal itu diungkapkan Ketua Timsel Bawaslu Kaltara Mohammad Ilham Agang. Bahkan mulai 12-14 April lalu, timsel yang beranggota lima orang telah melakukan sosialisasi di lima kabupaten/kota. “Kami langsung berbagi ke beberapa daerah. Ada yang Kota Tarakan, Nunukan, Malinau, KTT dan terakhir di Bulungan ini,” ujarnya kepada Harian Rakyat Kaltara, Jumat (14/4) sore lalu.
Dia juga mengatakan, seluruh tahapan termasuk Timeline dan yang menjadi syarat ke peserta sudah disampaikan. Bahkan, semua bahan sudah dibagikan ke peserta dan setiap perwakilan Bawaslu tiap daerah dalam bentuk hardcopy.
“Tahun ini, Bawaslu Kaltara dapat sorotan karena sedikit sekali keterwakilan perempuan dalam penyelenggaraan. Jadi Bawaslu RI meminta seluruh timsel memperhatikan keterwakilan perempuan,” ungkapnya.
Jika penetapan kelulusan peserta 30 persen 4 kali jumlah dan harus memenuhi keterwakilan perempuan. Minimal untuk di Kaltara, 16 perempuan yang harus mendaftar. “Kewajiban ini jadi tantangan berat, tapi kita akan melaksanakannya,” imbuhnya.
Saat sosialisasi banyak perempuan yang ingin mendaftar. Namun dilihat pada 17 April nanti, berapa jumlah yang mendaftar untuk keterwakilan perempuan. “Kita buka pendaftaran 17-18 April ini dan nanti akan cuti bersama. Lalu dibuka lagi pada 26 April-3 Mei mendatang,” sebutnya.
Batas usia pendaftar minimal 35 tahun. Berbeda dengan yang diakomodir untuk Bawaslu kabupaten/kota, minimal usia 30 tahun. (*/ika)


