TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berupaya lakukan pemetaan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sebanyak 1.734 ASN di lingkup Pemprov Kaltara, beberapa waktu lalu, mengikuti penilaian potensi dan kompetensi dengan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) tahap II. Pelaksanaan ujian dibagi dua sesi sehari di dua lokasi, yakni Laboratorium CAT BKD Jalan Durian dan Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Tanjung Selor.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Andi Amriampa mengakui, pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa kendala. Ia berharap melalui agenda ini dapat memetakan ASN sesuai potensi dan kompetensi. Menurutnya, penilaian potensi dan kompetensi dengan Computer Assisted Competency Test Badan Kepegawaian Negara (CACT-BKN) merupakan hasil dari implementasi sistem merit.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, Pemerintah Pusat telah mencanangkan manajemen ASN berbasis sistem merit. Dengan mengedepankan manajemen talenta sebagai kegiatan prioritas,” jelasnya, Kamis (7/12).
Ia menjelaskan, sistem merit merupakan sebuah pemerintahan yang dikelola oleh orang-orang yang diseleksi berbasis pada kemampuan atau kecakapan yang dimilikinya. Meliputi kualifikasi, kompetensi dan kualitas kinerja setiap pegawai.
“Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melaksanakan sistem merit di instansi pemerintah. Sejalan dengan perkembangan manajemen SDM adalah pembangunan talent pool atau talent managemen,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, yang menjadi tantangan ke depan, yakni era globalisasi. Bagaimana ASN bisa lincah dan memiliki pola pikir yang baik. Terhadap ASN di Kaltara agar memiliki Empathy. Artinya ASN bekerja dan melayani untuk masyarakat.
“Harus punya empati untuk bangsa dan negara serta ASN sebagai pelayan publik,” imbuhnya.
Dia juga mengatakan, penentu keberhasilan manajemen ASN tersebut komitmen dari jajaran pimpinan dan seluruh pegawai. Untuk memfokuskan sumber daya organisasi, serta mengubah paradigma sebagai penyelenggara administrasi kepegawaian. Menjadi penyelenggara manajemen kepegawaian yang berkualitas. Kompetensi yang wajib dimiliki seorang ASN diantaranya pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku.
“Setidaknya, ada empat skill generik normal baru yang harus dimiliki ASN Pemprov Kaltara. Mampu menggunakan information, media, dan skill teknologi. ASN dapat meningkatkan kinerja dalam penyelenggaraan kepegawaian,” tuntasnya. (kn-2)


