Saturday, 25 April, 2026

111 Warga Binaan Ikuti Edukasi Psikologi

TARAKAN – Lapas Kelas IIA Tarakan bersama Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Wilayah Kalimantan Utara menggelar kegiatan Psikoedukasi dan skrining kepada 111 warga binaan,  di Aula Besukan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan, Kamis (20/07).

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Pengurus IPK Kaltara Arief Wahyu Utama, MPsi. Termasuk 3 Psikolog dan didampingi Kasi Binadik Hendra Maha Saputra, Kasubsi Bimaswat Rafiq Perdian, Perawat Lapas Agustina Liberia serta warga binaan yang mengikuti screening kesehatan mental. IPK merupakan organisasi profesi psikologi yang menjadi wadah berhimpunnya tenaga Psikolog Klinis di Indonesia.

Di mana salah satu programnya berupa kegiatan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Terlebih WBP Lapas Kelas IIA Tarakan pada pertengahan tahun 2023 telah bekerjasama dengan IPK Kaltara dan melaksanakan penandatanganan MoU.

Oleh karena itu, untuk menjalankan salah satu fungsinya IPK Kaltara dalam melaksanakan pelayanan penyuluhan atau pengabdian. Maka diadakanlah kegiatan screening dan Psikoedukasi kepada 111 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Tarakan. Kasibinadik Lapas  Kelas IIA Tarakan Hendra mengungkapkan, telah menjalin kerja sama dengan Ikatan Psikolog Klinis Wilayah Kalimantan Utara dan dituangkan dalam MoU antara Kalapas dan Ketua Ikatan IPK Kaltara.

“Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap minggu, di hari Rabu atau Kamis mulai Pukul 10.00 wita hingga selesai. Ini kegiatan ke 12 dan kegiatan ke 5 untuk layanan konseling. Untuk hari ini peserta sebanyak 111 warga binaan,” tuturnya.

Dengan harapan, melalui edukasi ini dapat meningkatkan kesehatan mental warga binaan, membangkitkan percaya diri, dan fungsi sosial warga binaan ketika kembali di tengah – tengah masyarakat nanti.

Ketua IKP Kaltara Arief Wahyu Utama mengatakan, melakukan screening untuk kesehatan mental tujuannya supaya dapat tahu. Selama di sini itu ada tidak warga binaan pemasyarakatan secara psikologis mereka mengalami hambatan-hambatan. Dengan screening ini bisa tahu, apakah mereka punya hambatan secara psikologis. “Jika ada nanti kita lakukan pendampingan supaya secara mental sasaran kegiatan ini yaitu seluruh WBP yang ada di Lapas Tarakan. Ini kegiatan yang ke 12 kalau konselingnya sudah berjalan 5 kali putaran,” ungkapnya.

Dia mengakui, sejauh ini tidak punya hambatan melaksanakan kegiatan konseling di lapas. Karena mereka sangat terbuka, jadi sangat mendukung  juga untuk melakukan kegiatan ini. Sebelum dilakukan screening, pihaknya mengajak warga binaan untuk bermain game. Sehingga para warga binaan merasa santai saat mengikuti screening kesehatan mental.

Selanjutnya pihaknya membagikan kuesioner yang berisi 29 pertanyaan, untuk mengetahui kondisi kejiwaan warga binaan saat ini. “Hasil screening kesehatan selanjutnya akan dianalisa dan hasilnya akan menjadi acuan dalam memberikan konseling dan terapi kepada warga binaan yang membutuhkan,” katanya.

Ia berharap dengan adanya konseling psikologi tersebut dapat menciptakan suasana lapas yang baik buat warga binaan pemasyarakatan atau narapidana. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru